Perlu anda ketahui bahwa uji BNT ini dilakukan hanya apabila hasil analisis ragam minimal berpengaruh nyata. Tapi bagaimana kalau hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata apakah bisa dilanjutkan dengan uji BNT? Jawabnya bisa. Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah perlu menguji perbedaan pengaruh perlakuan jika ternyata perlakuan yang dicobakan sudah tidak memberikan pengaruh yang nyata? Bukankah apabila perlakuan tidak berpengaruh berarti perlakuan t1 = t2 = t3 = tn, yang berarti pengaruh perlakuannya sama. Jadi sebenarnya pengujian rata-rata perlakuan pada perlakuan-perlakuan yang tidak berpengaruh nyata tidak banyak memberikan manfaat apa-apa.
Baiklah, sebagai contoh saya ambil data berikut ini yang merupakan data hasil pengamatan pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi (gram) kedelai varitas Slamet. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi kedelai. Data hasil pengamatan adalah sebagai berikut :
Hasil analisis ragam (anova) dari data di atas adalah berikut ini :
Nah, selanjutnya kita akan menghitung nilai kritis atau nilai baku dari BNJ dengan rumus berikut :
untuk mencari nilai t(α, v) anda dapat melihatnya pada tabel Sebaran t-student pada taraf nyata α dengan derajad bebas v. Untuk menentukan nilai t(α, v), harus berdasarkan nilai taraf nyata α yang dipilih (misalnya anda menentukan α = 5%), dan nilai derajad bebas (db) galat (dalam contoh ini db galat = 12, lihat angka 12 yang berwarna kuning pada tabel analisis ragam).
Setelah semua nilai sudah anda tentukan, maka langkah selanjutnya adalah anda menuju tabel Sebaran t-student. Berikut saya lampirkan sebagian dari tabel tersebut :
Pada tabel Sebaran t-student di atas, panah yang vertikal berasal dari angka 0,050 yang menunjukkan α = 5%. Sedangkan panah horizontal berasal dari angka 12 yang menunjukkan nilai derajad bebas (db) galat = 12. Dari pertemuan kedua panah tersebut didapatkanlah nilai t (0,05; 12) = 2,179.
Langkah selanjutnya anda menghitung nilai kritis BNT dengan menggunakan rumus di atas berikut ini :
Anda perhatikan KT galat = 14,97 dan r (kelompok) = 3 (lihat pada tabel analisis ragam)
Langkah selanjutnya adalah anda menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan. Untuk ini saya menggunakan kodifikasi dengan huruf. Caranya adalah sebagai berikut :
Susun nilai rata-rata perlakuan dari yang terkecil hingga yang terbesar seperti berikut :
Oke, langkah selanjutnya adalah menentukan huruf pada nilai rata-rata tersebut. Perlu anda ketahui cara menentukan huruf ini agak sedikit rumit, tapi anda jangan khawatir asalkan anda mengikuti petunjuk saya pelan-pelan tahap demi tahap. Dan saya yakin apabila anda menguasai cara ini, saya jamin anda hanya butuh waktu paling lama 5 menit untuk menyelesaikan pengkodifikasian huruf pada nilai rata-rata perlakuan.
Baik kita mulai saja. Pertama-tama anda jumlahkan nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil pertama, yaitu 17,33 + 6,88 = 24,21 dan beri huruf “a” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil pertama (17,33) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 24,21. Dalam contoh ini huruf “a” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 17,33 hingga 22,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil kedua, yaitu 21,00 + 6,88 = 27,88 dan beri huruf “b” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kedua (21,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 27,88. Dalam contoh ini huruf “b” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 21,00 hingga 26,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil ketiga, yaitu 22,67 + 6,88 = 29,55 dan beri huruf “c” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil ketiga (22,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 29,55. Dalam contoh ini huruf “c” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 22,67 hingga 26,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Sampai disini anda perhatikan huruf "c" pada tabel di atas. Huruf "c" tersebut harus anda abaikan (batalkan) karena sebenarnya huruf c sudah terwakili oleh huruf b (karena pemberian huruf "c" tidak melewati huruf "b"). Berbeda dengan pemberian huruf "b" sebelumnya. Pemberian huruf "b" melewati huruf "a" sehingga huruf "b" tidak diabaikan/dibatalkan.
Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat, yaitu 26,00 + 6,88 = 32,88 dan beri huruf “c” (karena pemberian huruf "c" sebelumnya dibatalkan, maka pemberian dengan huruf "c" kembali digunakan) dari nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat (26,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 32,88. Dalam contoh ini huruf “c” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 26,00 hingga 30,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Anda perhatikan huruf “c” di atas. Karena pemberian huruf “c” melewati huruf “b” sebelumnya, maka pemberian huruf “c” ini tidak dibaikan/dibatalkan.
Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima, yaitu 30,67 + 6,88 = 37,55 dan beri huruf “d” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima (30,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 37,55. Dalam contoh ini huruf “d” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 30,67 hingga 36,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Anda perhatikan huruf “d” di atas. Karena pemberian huruf “d” juga melewati huruf “c” sebelumnya, maka pemberian huruf d ini tidak dibaikan/dibatalkan.
Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT5% = 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil keenam, yaitu 36,00 + 6,88 = 42,88 dan beri huruf “e” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil keenam (36,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 42,88. Dalam contoh ini huruf “e” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 36,00 hingga 41,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :
Perlu anda ketahui, apabila pemberian huruf ini telah sampai pada nilai rata-rata perlakuan yang terbesar, walaupun perhitungan penjumlahan belum selesai, maka perhitungan penambahan nilai BNT selanjutnya dihentikan/tidak dilanjutkan. Dan pemberian huruf dianggap selesai.
Terakhir anda susun kembali nilai rata-rata perlakuan tersebut sesuai dengan perlakuannya, seperti tabel berikut:
Nah, sekarang bagaimana cara menjelaskan arti huruf-huruf pada tabel diatas?
Prinsip yang harus anda pegang adalah bahwa “perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNT5%”. Dari hasil pengujian di atas, perlakuan P2 dan P3 sama-sama diikuti huruf “e” artinya perlakuan P2 dan P3 tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut BNT 5%. Dan kedua perlakuan tersebut berbeda nyata dengan perlakuan lainnya
Menentukan Perlakuan Terbaik
Untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik, langkah-langkahnya adalah berikut ini:
Langkah pertama anda harus melihat perlakuan mana yang nilai rata-ratanya tertinggi. Dalam contoh ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah P2.
Langkah kedua anda lihat pada rata-rata perlakuan P2 itu diikuti oleh huruf apa. Dalam contoh ini perlakuan P2 diikuti oleh huruf “e”.
Langkah ketiga anda lihat rata-rata perlakuan mana saja yang diikuti oleh huruf “e”. Dalam contoh ini rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf “e” adalah P2 itu sendiri, dan P3.
Langkah keempat anda perhatikan kembali perlakuan P2 dan P3. Dalam contoh ini perlakuan P2=45,00 kg/ha dan P3=67,50 kg/ha. Sampai di sini anda harus bisa mempertimbangkan secara logis perlakuan mana yang terbaik. Logikanya seperti ini, apabila perlakuan dengan dosis lebih rendah tetapi mempunyai mempunyai pengaruh yang sama dengan perlakuan dengan dosis yang lebih tinggi dalam meningkatkan hasil, maka perlakuan dosis yang lebih rendah tersebut lebih baik daripada perlakuan dosis yang lebih tinggi di atasnya. Dalam contoh ini perlakuan P2 lebih baik daripada perlakuan P3. Jadi dapat disimpulkan perlakuan P2-lah yang terbaik.
Selesai.
aih pusing >o<
BalasHapustp penjelasannya sudah cukup jelas =)
lha trus beda BNJ dengan BNT apa dong?
BalasHapusTo: Sigit Priyambodo
BalasHapusBeda uji BNJ dan BNT itu terletak pada cara penggunaannya. Uji BNT digunakan untuk perbandingan nilai rata-rata yang direncanakan terlebih dahulu sebelum percobaan dilakukan. Sedangkan uji BNJ digunakan untuk perbandingan yg tidak direncanakan sebelum percobaan dilakukan. Perbedaan yang kedua adalah Uji BNT itu lebih teliti tetapi jumlah rata-rata perlakuan yang dibandingkan terbatas, biasanya kurang dari 5, sedangkan uji BNJ tingklat ketelitiannya kurang tinggi, tapi bisa menguji perbandingan rata-rata perlakuan lebih dari 5.
tolong contoh yang menggunakan rancangan acak lengkap
BalasHapustrims banyak pak..saya terbantu sekali ulasan BNTnya.
BalasHapusTO Heryadi
BalasHapusthanks ya udah mampir di blog saya yang sederhana ini. semoga bermanfaat ya.
sedikit komentar mengenai tulisan yang bapak buat
BalasHapusmenurut saya setelah membaca steel and torrie bnt digunakan untuk membandingkan dua perlakuan saja, kalau kasus analisis di atas bapak mencari perlakuan terbaik. uji lanjut yag tepat untuk mencari perlakuan terbaik adalah Uji jarak ganda duncan (DMRT) karena semua bisa dibandingka.
angka DMRT selalu lebih besar dibandingkan BNT jadi tingkat ketelitian lebih besar BNT namun BNT hanya untuk membandingkan dua perbandingan saja.
makasih banget buat ilmunya...
BalasHapusaku jadi bisa ngerjain tugas kuliah aku...
terimakasih.. aku jadi ikut kebantu....
tulisannya lengkap...
hm... mau nanya..
kalo uji lanjutan atau uji berpasangan tau ngga????
To: Fuad Nur Aziz.
BalasHapusYa memang benar, BNT itu untuk membandingkan antara dua nilai rata-rata. Cuman kalau kita bandingkan satu persatu kayanya terlalu kepanjangan, makanya saya ringkas dgn cara seperti ini, namun pada intinya tetap membandingkan 2 nilai rata-rata.
To: Nurul.
BalasHapusAlhamdullillah bisa bermanfaat.
Setahu saya kalau uji berpasangan atau biasa disebut Uji t berpasangan (paired t-test) biasanya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Uji t berpasangan biasa dilakukan pada Subjek yang diuji pada situasi sebelum dan sesudah proses, atau subjek yang berpasangan ataupun serupa. Misalnya jika kita ingin menguji banyaknya gulma yang mati sebelum diberi herbisida merk tertentu maupun sesudahnya.
ada beberapa buku yang mengatakan 'beda perlakuan pada uji BNT tidak boleh lebih dari 5', mengapa pada uji BNT beda perlakuan tidak boleh dari 5?
BalasHapusMohon bantuan penjelasan Uji BNT untuk interaksi 2 faktor (anava menunjukkan signifikan pada interaksi 2 faktor)...Terima Kasih.
BalasHapusapa bpk memiliki tabel BNT 5% dan 1%, bila ad bisakan dkirimkan ke email perkedel_statmet@rocketmail.com
BalasHapusthanks
apa bpk memiliki tabel BNT 5% dan 1%, bila ad bisakan dkirimkan ke email perkedel_statmat@rocketmail.com
BalasHapusTo Anonim:
BalasHapusCoba download pada artikel "Tabel Statistika" pada blog ini. Disitu ada tabel t untuk uji BNT
Aww . . Mohon pencerahan, klo ngitung BNT untuk Rancangan Tersarang gimana ya ? Misalkan saja terdapat beda nyata pada perlakuan maupun yang tersarang didalamnya .. Terima kasih.
BalasHapussekarang susah ya buka blognya....mana harus download dulu klo mau baca...repot
BalasHapusTo Anonim:
BalasHapusUtk rancangan tersarang, artikelnya masih under construction. Nanti kalau udah siap, pasti saya posting.
To Anonim:
BalasHapusUtk materi artikelnya memang sengaja saya kasih link downloadnya saja. Hal ini untuk mencegah tindakan Flagiat saja.
bagaimana dg uji duncan ??
BalasHapusmau tanya, kelebihan dan kekurangan BNT dan DMRT apa saja?? kapan itu kedua uji tersebut digunakan?? jika dengan jumlah kombinasi perlakuan 9 dengan uji BNT sudah didapatkan hasil untuk menjawab tujuan penelitian, apa perlu menggunakan uji DMRT karena kombinasi perlakuan >9?? jawab yaaa. . makasih. .
BalasHapusTo Anonim:
BalasHapusKalau kombinasi perlakuan sudah 9 ke atas, gunakan DMRT, karna kalau menggunakan BNT sudah tidak teliti lagi. BNT akan bagus kalau perlakuan kita paling banyak 5.
ma kasih atas penjelasan, tapi agak susah kalo perlakuannya banyak susah tuk mandingkan satu per satu.
BalasHapusApa beda uju BNT 5% dengan 1%, mana yang lebih baik
BalasHapusmasihh bingung sama uji BNT,BNJ dan UJBD.. aplikasinya...kapan digunakan untuk uji-uji tersebut... tolong pencerahannyaa...
BalasHapusterima kasih atas ilmunya pak.. sya juga mau tanya, saya kan penelitiannya pake RAK dengan 10 perlakuan 3 ulangan.. apa bisa dipakai uji bnt untuk melihat pengaruh tiap perlakuan. terima kasih.
BalasHapusTo Anonim: Sebaiknya pakai uji DMRT. Kalau maksain pakai BNT, BNT akan semakin berkurang ketelitiannya kalau jumlah perlakuannya semakin banyak (lebih dari 6 perlakuan)
BalasHapusTo Anonim:
BalasHapusKalau menginginkan perlakuan yang terbaik lebih banyak untuk direkomendasikan, gunakan yang 5%. Jadi prinsipnya semakin kecil taraf nyata yang digunakan (misal 1%) maka semakin kecil juga kesempatan perlakuan yang lain untuk menjadi perlakuan yang terbaik.
Masih blum mudeng,,, tp terimakasih ilmunya pak,,,
BalasHapuswahh, sangat bemanfaat infonya
BalasHapustrimakasih pak ilmunya sangat membantu dlm rancangan percobaan skripsi
pak galat itu apa yah?? saya menggunakan perhitungan Anava du arah manual dalam handout saya yang diberi dosen dalam tabel SK cuma ada blok, main plot, eror perlakuan, sub plot variasi, interaksi, eror interaksi, terakhir Total. mohon bantuannya pak.., terima kasih
BalasHapussaya penelitian pakai Rancangan RAKL dg 2 faktor perlakuan yaitu macam media (3) dan veritas(3) sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan. awalnya saya merencanakan memakai uji lanjut DMRT. tp sm dosen saya disuruh pake BNT, saya bingung, knp pake BNT? bukankah BNT digunakan bila kombinasi perlakuan kurang dr 5?
BalasHapustrims buanget, sy sngat terbantu dengan ulasanx kebetulan tesis sy menggunakan bnt. bagaiman menghitung bnt dengan RAK
BalasHapusmau tanya dong...kok yang P2 itu diikuti huruf "d" ya? bukannya disitu tertulis huruf "e" ?bingung nih.. hehe makasih ya buat infonya..
BalasHapusto: shine like star.
BalasHapusYups, yang benar yang diikuti huruf "e". Dan sudah saya koreksi. Trims untuk koreksinya.
mantapppp
BalasHapustengkyu pak..
BalasHapusdb galat bukannya 14 om, kan perlakuannya ada 7 7x (3-1) =?????
BalasHapusTo Anonim:
HapusIni menggunakan RAK, bukan RAL. Makanya db galatnya seperti itu.
masih bingung pak untuk perbedaan yang jelas antara DMRT dan BNT.. kalau hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata, uju lanjut apa yg bisa digunakan pak?
BalasHapusuntuk membandingkan perlakuan terbaik dengan produk lain apakah menggunakan uji T pak?
thanks
Kalau hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata, tidak perlu dilakukan uji lanjut ke uji beda nilai rata-rata pengaruh perlakuan.
HapusKalau hanya dua nilai rata-rata yang dibandingkan bisa digunakan uji t.
bagaimana dengan uji bnt dari RAL Faktorial, apakah sama dengan RAL? tolong dijelaskan caranya ya
BalasHapuskalau di spss gimana caranya?? (bevo, bengkulu)
BalasHapusselamat malam pak.....mau tanya...kalau dalam suatu penelitian membuat rancangan percobaannya menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial..yaitu dngan 2 faktor.dengan jumlah perkuan 4 dan di ulang sebanyak 4 kali...apakah bisa? Tolong bapak jelaskan..terima kasih
BalasHapusSebenarnya tidak hubungannya antara rancangan rancangan lingkungan (RAL, RAK, RBSL) dengan Rancangan Perlakuan (Ex. Tunggal atau perlakuan). semuanya bisa saja dijalankan.Maksud saya ketika kita menggunakan RAL maka kita tidak harus menggunakan rancangan perlakuan faktor tunggal atau ketika kita menggunakan rancangan faktorial dua faktor misalnya, maka kita tidak harus menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)
HapusAssalamuallaikum wr.wb.bapak saya sari mahasiswa universitas lampung.
BalasHapussaya penelitian dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor. ada 2 data dalam satu perlakuan yang hilang. bagaimana kira-kira solusinya pak? dan bagaimana cara menglakukan homogenitas, transformasi, analisisdan uji lanjut menggunakan spss versi 17 untuk Rak dgn 2 faktor : faktor 1) saya menngunakan varietas tanaman terong dan 2) konsentrasi ekstrak kolkisin: dengan 3 ulangan.
tlong balas secepatnya ya pak. ini email saya: mulyasari23@gmail.com.
terimakasih sebelumnya pak
masih kurang mengerti dgn pernyataan yg ini pak "Karena pemberian huruf “d” juga melewati huruf “c” sebelumnya, maka pemberian huruf d ini tidak dibaikan/dibatalkan. " melewati itu mksdny yg gmna y..
BalasHapus