Tuesday, March 24, 2009

Uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT)

Oke, kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan uji Duncan's Multiple Range Test atau sering disebut uji DMRT. Di beberapa referensi ada yang menamakan dengan ”Uji Jarak Berganda Duncan”. Dan untuk selanjutnya saya hanya menyebutnya dengan Uji DMRT. Uji DMRT berbeda dengan Uji BNT atau BNJ. Kalau pada Uji BNT atau BNJ, perbandingan terhadap nilai-nilai rata-rata perlakuan hanya menggunakan satu nilai pembanding, sedangkan Uji DMRT nilai pembandingnya sebanyak P – 1 atau tergantung banyaknya perlakuan. Artinya apabila perlakuan anda berjumlah 10, maka nilai pembandingnya sebanyak 9.
Kalau anda telah menguasai uji DMRT ini, maka saya sangat menyarankan anda lebih baik menggunakan uji ini daripada misalnya dengan uji BNT atau BNJ. Mengapa demikian? Karena Uji DMRT lebih teliti dan bisa digunakan untuk membandingkan pengaruh perlakuan dengan jumlah perlakuan yang besar.
Uji DMRT ini dalam penggunaannya agak rumit sedikit tapi tidak susah asalkan anda bisa memahaminya tahap demi tahap. Untuk menggunakan uji ini, atribut yang anda perlukan adalah 1) data rata-rata perlakuan, 2) taraf nyata, 3) jumlah perlakuan, 4) derajad bebas (db) galat, dan 5) tabel Duncan untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.

Perlu anda ketahui bahwa uji DMRT ini dilakukan hanya apabila hasil analisis ragam minimal berpengaruh nyata. Tapi bagaimana kalau hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata apakah bisa dilanjutkan dengan uji DMRT? Jawabnya bisa. Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah perlu menguji perbedaan pengaruh perlakuan jika ternyata perlakuan yang dicobakan sudah tidak memberikan pengaruh yang nyata? Bukankah apabila perlakuan tidak berpengaruh berarti perlakuan t1 = t2 = t3 = tn, yang berarti pengaruh perlakuannya sama. Jadi sebenarnya pengujian rata-rata perlakuan pada perlakuan-perlakuan yang tidak berpengaruh nyata tidak banyak memberikan manfaat apa-apa.
Selengkapnya dapat anda DOWNLOAD DI SINI

163 comments:

  1. terimakasih, penjelasannya sangat berarti untuk orang yang lagi kebingungan seperti saya

    ReplyDelete
  2. pak..boleh minta lebih dijelaskan mencari efek mandiri dari RAKFaktorial yang tidak terjadi interaksi gimana caranya???
    penelitian saya 2 faktor (3 dan 5 taraf)..mohon penjelasannya...terimakasih

    ReplyDelete
  3. To : Sayo,
    Silahkan anda pelajari pada artikel saya tentang pengujian beda pengaruh perlakuan pada percobaan faktorial.

    ReplyDelete
  4. pak bagaimana cara membuat tabel duncan pada taraf 5% dengan cara microsoft excell

    ReplyDelete
  5. To: Anonim.
    tabel duncan yg saya tahu tdk bisa dibuat dgn m.exell. Begitu juga dgn tabel tuckey. yg pernah saya buat dg exell adalah tabel t, tabel z, tabel chi kuadrat, dan tabel F. Semua tabel tsb sdh ada rumusnya di m.exell.

    ReplyDelete
  6. pak, bagaimana kalau jumlah perlakuan saya lebih dari 20(perlakuan saya ada 30)? sdngkn di tabel duncan, jumlah perlakuan nya hanya sampai 20 saja. mohon bantuannya. terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  7. To. Anonim.
    Thanks atas kunjungannya. Pengalaman saya selama ini, saya tidak pernah menemui kasus seperti ini. jumlah perlakuan sampai 30. Apakah ini nantinya anda tidak kesulitan dalam menginterpretasi kode huruf pada hasil pengujian dari ke 30 perlakuan anda. Maaf untuk sementara ini saya belum bisa menjawab. tapi akan saya usahakan bagaimana pemecahannya.

    ReplyDelete
  8. Pak saya menemukan kasus dalam percobaan, dari hasil analisis anava perlakuannya tidak berbeda nyata, tetapi ketika dilakukan analisis DMRT terdapat perbedaan, saya sudah mengulang penghitungannya dengan secara manual dan sofwere hasil nya nyata, menurut bapak apakah hal tersebut dapat terjadi?Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  9. To: Anonim.
    Perbedaan pengaruh rata-rata dari hasil pengujian uji beda nilai rata-rata yg nyata padahal hasil pengujian anova tidak nyata mungkin saja terjadi. Tapi perbedaan tsb tetap saja tidak memberikan arti apa-apa karena dari anovanya memang sdh tidak nyata. Jadi yg pertama dan yg utama kita lihat adalah Anovanya dulu. Jika anovanya sdh tidak nyata, maka pengujian selanjutnya menjadi tdk berarti lagi.
    Tapi kasus demikian bisa terjadi karena kemungkinan data percobaannyaa tidak memenuhi asumsi-asumsi analisis ragam. Misalnya data yg tdk memenuhi asumsi analisis ragam tsb di anova kan ternyata tidak berpengaruh nyata, tetapi begitu asumsi-asumsinya terpenuhi ternyata berpengaruh nyata. Data yg seperti ini jika dilanjutkan bisa saja terjadi perbedaan yg nyata antara pengaruh perlakuannya.

    ReplyDelete
  10. pak, kalo misalkan untuk mencari jarak duncan yang db Galatnya lebih dari 100 gmn pak?karena di tabel maksimal db galatnya 100. mohon bimbingannya...trims

    ReplyDelete
  11. To Anonim.
    Kalau db galat lebih dari 100 sepertinya uji Duncan tidak bisa digunakan, karena kita akan kesulitan untuk mengkodefikasi hurufnya. Mungkin gunakan aja uji gugus scott knot.

    ReplyDelete
  12. mas,kalau dalam statistik ada istilajh beda nyata dan tidak beda nyata..arti beda nyata sendiri itu apa mas? padahal nilainya berbeda.gmn cara menjelaskannya?mhn bimbingannya...thanks

    ReplyDelete
  13. To Anonim.
    Maksud "beda nyata" disini adalah pengaruh perlakuannya yg berbeda nyata, bukan pada nilai rata-ratanya meskipun nilainya memang sdh berbeda. Jadi yg anda lihat adalah notasi hurufnya.

    ReplyDelete
  14. Bagaimana mengkodekan perlakuan ke 7 andaikata nilai e tidak melebihi nilai wilayah perlakuan ke 7??

    ReplyDelete
  15. Wah.. benar2 berguna pak.. apalagi untuk mahasiswa seperti saya yang sedang dalam tahap akhir..
    saya mau tanya juga pak, bedanya uji BNT dengan uji DMRT ini apa?? bagaimana cara menentukan uji lanjut mana yg lebih baik digunakan?? lebih bagus mana??
    trima kasih..

    ReplyDelete
  16. to Anonim:
    Maka huruf e nya dibatalkan. jadi perlakuan ke 6 hanya huruf d. Dan otomatis perlakuan ke 7 diberi huruf e.

    ReplyDelete
  17. Perbedaan antara BNT dan DMRT itu terletak pada jumlah nilai uji. Kalau pd BNT hanya menggunakan 1 nilai kritis, tapi kalau pd DMRT menggunakan nilai uji sejumlah t - 1, maksudnya kalau perlakuan sejumlah 8 perlakuan, maka dgn uji DMRT ada 7 nilai uji.
    Utk menentukan uji apa yg digunakan, tergantung, kalau mau teliti gunakan DMRT.

    ReplyDelete
  18. terima kasih Pak... memudah kan saya dalam mengerjakan skripsi

    ReplyDelete
  19. pertanyaan... bagaimana cara mencari nilai DB galat 32;4 ?? soalnya di tabel BNJ nilai galat 32 tidak ada Mohon informasinya terima kasih

    ReplyDelete
  20. terima kasih pak, boleh entar konsultasi secara online

    ReplyDelete
  21. pertanyaan:
    penelitian sy menggunakan metode RAL, terdiri dr 2 faktor (pemupukan 4 taraf & pengemasan 3 varian) x 3 ulangan. faktor 1 saat budidaya sedangkan faktor 2 di berikan pascapanen. jd di awal, di anggap hanya ada 1 faktor, tanaman contoh yang telah di siapkan untuk perlakuan faktor 2 di anggap sebagai ulangan hingga nilai ulangan jd naik sampai 9 ulangan. konsekuensinya db Galat jadi terlalu tinggi mencapai angka 32. saat uji lanjut menggunakan BNJ nilai db Galat 32 tidak ada di tabel.
    apa ada cara khusus untuk kasus ini?

    ReplyDelete
  22. To Anonim:
    Ambil db 30, karna db 32 yang paling mendekati db 30.

    ReplyDelete
  23. makasih diskusinya.. bisa buat referensi ujian...suksesss.

    ReplyDelete
  24. saya bingung membacanya,ada versi gampangnya g???

    ReplyDelete
  25. To Anonim:
    Ini sudah cara yang paling gampang saya buat.

    ReplyDelete
  26. inayah:pak klo misalnya db 55 ditabel DMRT, mk ikut yg 40 or 60??syukron

    ReplyDelete
  27. pak uji lanjut DMRT klo di SPSS tu pa sama dg dunet??sy bingung nyarinya..syukron

    ReplyDelete
  28. Pak kira2 kenapa hasil dari SPSS tidak sama dengan hasil manual perhitungan? Lalu jika saya mempunyai kombinasi percobaan berjumlah 8, kira2 uji lanjut yang digunakan DMRT atau BNT ? Terimakasih...

    ReplyDelete
  29. PAK Ini mahasiswa bapak y mngambil MK rancangan percobaan ini lngsng bleh d copy kah pa'? mksih ya pakmateri nya....

    ReplyDelete
  30. To Anonim:
    Silahkan langsung download aja.

    ReplyDelete
  31. pak saya mau tanya, apakah tiap tabel uji duncan hanya 2,3,4,5,6,7,8,9,10,12,14,16,18. yg 11,13,15,17 ko tdk ada ya pak? karena data saya ada 18, bagaimana mengakalinyaa atau mencarinya? terimakasih.

    ReplyDelete
  32. pak,, kalau mau uji DMRT tpi langsung pakai spss bisa ga?
    gimana caranya?
    thx bpk...

    ReplyDelete
  33. perlakuan sy ada 4 dan ulangannya ada 3 sy mau teliti dengan ral. apakah derajat ketelitiannya bisa mewakili

    ReplyDelete
  34. pak nilai db galat saya 21, trus ditabel g' ada truz gmnan?

    ReplyDelete
  35. To Cempaka:
    Coba gunakan uji yang lain saja seperti uji gugus scott-Knott

    ReplyDelete
  36. To Anonim 1:
    Saya belum coba make spss utk uji duncan.
    To Anonim 2 :
    Bisa lebih detil lagi maksudnya?

    ReplyDelete
  37. To Ikka:
    nilai Duncan untuk db galat 21 adalah :
    p2 = 2,94
    p3 = 3,09
    p4 = 3,18
    p5 = 3,24
    p6 = 3,30
    p7 = 3,33
    p8 = 3,34
    p9 = 3,36
    p10 = 3,40
    p12 = 3,43
    p14 = 3,44
    p16 = 3,46

    Semoga membantu.

    ReplyDelete
  38. SubhaAllah....sangat bermanfaat....terima kasih kepadda admin yang telah posting artikel ini

    ReplyDelete
  39. Tararenkyu, terimakasih banyak...sangat membantu sekali, semoga menjadi amal ibadah ya

    ReplyDelete
  40. waaahhhh,,,benar2 membantu, terima kasih banyak

    ReplyDelete
  41. bangaimana cara membaca tabel duncan 5% n 1%

    ReplyDelete
  42. salam, pak. sy bingung pak, mengenai DMRT ini. Sy ksh prolog dulu pak y. Sy melakukan penelitian ttg pengarh pemberian 3 jenis kompos yang berbda pada tanaman, dan 1 plot kontrol. Masing2 dibuat 3 kali ulangan. Jadi, ada 12 plot percobaan. Penelitiannya sy lakukan dilapangan secra terbuka. Yang ingin sy tanyakan, sy hrs menggunakan metode apa utk mengolah datanya ? dan cara penggunaan metode tsb,bgmn ?
    Mhn ma'af sblmnya pak. sbb sy g ngerti apa2 ttg Rancob ataupun Statistik...
    Mhn bimbingannya pak

    ReplyDelete
  43. To. Al-Amin Herbal.
    Baca aja Mas di atas, khan udah saya jelasin caranya.

    ReplyDelete
  44. To Anonim.
    Paling tidak anda harus mempersiapkan 3 Hal, yaitu:
    1. Rancangan Lingkungan,
    2. Rancangan Perlakuan,
    3. Rancangan Respons.

    Rancangan lingkungkan yang akan anda gunakan harus sesuai dengan keadaan dimana tempat anda melakukan percobaan. Kalau memang percobaan anda lakukan di lapangan, ada baiknya anda lihat dulu apakan kondisi lapangannya relatif homogen atau heterogen. Jika kondisinya relatif homogen, maka gunakan RAL, dan jika kondisinya relatif heterogen (misalnya lahannya miring), maka gunakan RAK.

    Rancangan Perlakuan, sesuaikan dengan apa yang menjadi tujuan dan hipotesis yang anda formulasikan.

    Rancangan Respons, sesuaikan dengan tujuan dan variabel yang anda amati.

    **Ada baiknya anda explore lagi di beberapa referansi (buku) perancangan percobaan. Buku-bukunya melimpah kok. Semoga membantu.

    ReplyDelete
  45. pengertian lsd, DMRTdan uji respon ituapa pak?trus cara membaca datanya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan anda pelajari di web ini. Trims.

      Delete
  46. bagaimana caranya kalau uji lanjut DMRT ini diterapkan pada Rancangan bujur sangkar latin.
    saya kebingungan dalam mengerjakan hal ini. klu pada rancangan RAK dan RAL saya sudah bisa.
    terima kasih,,,, saya sangat mengahrapkan jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada dasarnya uji DMRT ini tidak ada hubungannya dengan rancangan lingkungan (RAL, RAK, RBSL) yg kita gunakan. Jadi apapun rancangan lingkungan yg kita gunakan prinsip penggunaan DMRT sama saja.

      Delete
  47. To: Anonim
    Uji DMRT ini bisa diterapkan pada semua bentuk rancangan Lingkungan apakah RAL, RAK, atau RBSL. Prinsipnya sama saja, yaitu yang dilihat adalah jumlah perlakuannya.
    Oke, semoga membantu.

    ReplyDelete
  48. terima kasih atas penjelasannya...
    saya ingin menanyakan apakah jumlah perlakuan sedikit (mis 4) dapat menggunakan uji lanjut DMRT?

    terima kasih

    ReplyDelete
  49. To Anonim.
    Jumlah perlakuan ada 4 masih bisa digunakan DMRT.

    ReplyDelete
  50. terimakasih banget2 sangat bermanfaat...
    ini yang saya cari

    ReplyDelete
  51. Pak, nilai Duncan untuk db galat 147 dengan 4 perlakuan berapa ya?
    Terimakasih atas bantuannya...

    ReplyDelete
  52. Pak, kalau ingin mencari notasi pada tabel matrik AxB bagaimana (soalnya saya pakai rancangan faktorial) ?

    ReplyDelete
  53. pak, terkadang untuk beberapa kasus, terjadi perbedaan mengenai signifikansi antara uji LSD dan uji Duncan. terkadang pada uji LSD menyatakan hasil perbedaan yang tidak signifikan sedangkan pada uji Duncan hasil yang diperoleh signifikan, nah, gimana pendapat bapak mengenai hal tersebut . . .:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang berbeda pada beberapa kasus, hal ini karena uji Duncan itu lebih teliti daridapa uji LSD. terutama untuk jumlah perlakuan yg besar (lebih dari 5 perlakuan). Karna bisa saja yg tadinya tidak berbeda nyata dgn LSD akan berbeda nyata apabila dilakukan dgn Uji Duncan. Saya lebih menyarankan menggunakan uji Duncan untuk perlakuan lebih dari 5 ke atas.

      Delete
  54. Pak bmn mengintepretasikan nilai subset yang agak banyak, misalnya di perlakuan 1 nilai subset a, kemudian di perlakuan 2 nilai subset ab, dan perlakuan 3 nilai subset abc, selanjutnya di perlakuan 4 nilai subset bcd.
    Terima kasih untuk penjelasannya sebelumnya...

    ReplyDelete
  55. salam kenal./..
    pak mohon bantuannya untuk tabel-tabel uji beda..
    punya saya kurang lengkap nih, sementara fasilitas krg memadai..
    tks

    ReplyDelete
  56. assalamualaikum,,,,
    sebelumnya salam kenal,,,
    sdkit bingung, mau tanya nih,,,
    saya melakukan penelitian dengan rancangan RPT, Petak utama 3 (A0, A1,A2), anak petak (B1, B2, B3) dengan 3 ulangan/kelompok jika hasil sidik ragam didapatkan interaksinya berbeda nyata bagaimana cara uji lanjutnya dengan uji lanjut DNMRT, dan bagaimana jika yg berbeda nyata hanya Petak utama atau anak petak saja, sedangkan interaksinya tdk,dan yg terpenting untuk interaksinya nilai rata2 yg mana yg dipakai,, mohon bantuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika yg berpengaruh nyata adalah interaksinya maka yg diuji hanya interaksinya saja. Tetapi jika interaksinya tidak nyata, sedangkan faktor tunggalnya saja yg nyata, maka faktor tunggalnya saja yg diuji.

      Delete
  57. Untuk kelebihan dan kekurangannya menggunakan metode DMRT apa pak???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelebihan metode DMRT adalah ia lebih teliti dalam membandingkan antar nilai rata-rata perlakuan karna jumlah nilai pembandingnya sejumlah p - 1. Jadi kalau misalnya ada 10 nilai rata-rata perlakuan yang akan dibandingkan maka akan ada 10 - 1 = 9 nilai pembanding. Ini berbeda ketika kita menggunakan uji BNJ misalnya, untuk kasus yang sama BNJ harus membandingkan ke-10 nilai rata-rata perlakuan tersebut hanya dengan satu nilai pembanding. Hal ini tentu akan semakin berkurang ketelitiannya sejalan dengan bertambahnya nilai rata-rata perlakuan yang akan dibandingkan.
      Satu-satunya kekurangan metode DMRT adalah ia sedikit lebih rumit bila dibandingkan dengan uji-uji lainnya seperti BNT dan BNJ.

      Delete
  58. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  59. Pak, Bagaimanakah caranya menentukan nilai tabel kritis duncan
    1). r 0.05/0.01 (11,54)
    2). r 0.05/0.01 (36,54)
    3). r 0.05/0.01 (15,94)
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan lihat secara detil di artikel ini ya. atau bisa diperjelas lagi pertanyaannya.

      Delete
  60. terima kasih,, bagi saya bahasa anda dalam menjelaskan dapat saya cerna dengan baik, sekarang saya bertambah paham akan DMRT.. terima kasih

    ReplyDelete
  61. Pak, saya mau penelitian tentang kultur jaringan tanaman anggrek dengan cara subkultur.
    Ada 2 faktor yang saya gunakan, faktor 1: 4 taraf konsentrasi, faktor 2: 3 taraf konsentrasi, dan ulangan sebanyak 4.
    Pertanyaannya, jika saya menanam dalam waktu yang berbeda, apa saya harus mengggunakan RAK?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    karena saya belum begitu paham
    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. To Reza:
      Sebetulnya tdk harus menggunakan rak, tp kalau memang perbedaan waktu penanaman dijadikan alasan utk menggunakan rak itu dibolehkan.
      Tentang uji lanjutan, ujilah interaksinya saja jika interaksinya berpengaruh nyata walaupun perlakuan tunggalnya jg berpengaruh nyata.
      Saya lebih menyarankan gunakan dmrt utk mengujinya.
      Semoga membantu.

      Delete
  62. salam kenal, Pak, saya mau penelitian tentang aktivitas enzim selulase
    Ada 2 faktor yang saya gunakan suhu (suhu ruang dan suhu 50) dan jumlah isolat (5 isolat )
    Pertanyaannya, rancangan apa yang bisa saya gunakan pak?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    saya masih kurang paham pak...
    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  63. salam kenal, Pak, saya mau penelitian tentang aktivitas enzim selulase
    Ada 2 faktor yang saya gunakan suhu (suhu ruang dan suhu 50) dan jumlah isolat (5 isolat ) dengan 4 ulangan, yang akan saya analisis aktivitas enzim, bobot biomassa isolat
    Pertanyaannya, rancangan apa yang bisa saya gunakan pak?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    saya masih kurang paham pak...
    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kondisi lingkungan percobaan anda relatif homogen, maka gunakan rancangan acak lengkap (RAL) jadi perancangan percobaannya rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor, kalau kondisi lingkungan percobaan anda relatif heterogen, maka gunakan rancangat acak kelompok (RAK)jadi nama rancangan percobaannya rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor.
      Untuk uji lanjutan bisa digunakan bnt, bnj, atau dmrt, tp saya lebih menyarankan gunakan dmrt karna lebih teliti.

      Delete
    2. makasih atas penjelasannya pak,,, ini sangat membantu saja ,,,

      Delete
  64. Salam Pak.

    penelitian saya faktorial. Faktor 1 (ada 3 tingkatan) faktor 2 juga ada 3. Jd kombinasi ada 9. Untuk mengetahui metode mana dari ke 9 kombinasi itu yg paling bagus. Stelah saya pakai uji BNT, saat pemberian huruf, untuk huruf "a" saja sudah dari kombinasi dengan tingkat rata2 terkecil pertama sampai ke 8. Saat penghurufan "b" mulai dari rata2 terkecil ke 2 sampai ke 9. Trus untuk kesimpulan bagaimana? Apa rata2 kombinasi terkecil yg pertama yg paling baik/berbeda nyata pengaruhnya? Karena hanya dia sendiri yg huruf nya beda "a". Karena kalau saya lihat hasil pemeriksaan di Lab, kombinasi itu lah yg memiliki perbedaan penurunan terbesar untuk kadar fe sebelum dan sesudah.
    Mohon bantuannya Pak.

    Sekali lagi trima kasih atas bantuannya Pak.
    Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khusus untuk menghitung beda pengaruh perlakuan untuk percobaan faktorial silahkan lihat pada artikel berikut: http://abdulsyahid-forum.blogspot.com/search/label/Perancangan%20Percobaan?updated-max=2009-05-06T10:20:00%2B07:00&max-results=20&start=8&by-date=false

      Delete
  65. Salam Kenal Bapak, terimakasih artikelnya sangat membantu, saya mau bertanya...
    Saya menggunakan RAL Tersarang, saya memiliku 4 perlakuan lipid dan 2 konsentrasi, serta kontrol.
    Pada saat Analisis Ragam saya tidak menyertakan kontrol karena tidak menggunakan lipid sehingga tidak ada konsentrasinya....
    1) Tetapi bagaimana saat uji DMRT, apakah saya menghitungnya menyertakan Kontrol atau tidak???
    2) dengan uji DMRT ini apakah saya menghitung nilai jarak tersebut berdasarkan perlakuan lipid (jumlahnya jadi 4-1 jika tanpa kontrol) atau perlakuan lipid+konsentrasinya (jumlahnya jadi (4x2)+1 jika tanpa kontrol???

    Terima kasih sebelumnya ya pak, Mohon bantuannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Menurut saya karna kontrol tidak dilibatkan dalam analisis ragam, maka kontrol tidak bisa dilibatkan dalam pengujian uji beda pengaruh perlakuan. Hal ini karena uji DMRT menggunakan nilai Kuadrat tengah galat dari analisis ragam pada nilai kritisnya. Kuadrat tengah galat itu sendiri sebenarnya adalah nilai ragam atau nilai yang menggambarkan tingkat keragaman yg terjadi dalam suatu percobaan. Dalam hal ini percobaannya kan tidak melibatkan kontrol dalam analisis ragam.

      2. Ya, banyaknya perlakuan yg diuji DMRT sebanyak p-1. tanpa kontrol.

      Delete
    2. terima kasih atas balasannya bapak...
      Ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan, seperti yang sudah saya bilang kalau saya menggunakan RAL Tersarang, apakah perhitungan nilai DMRT tetap= R x √(KT Galat/r)???
      Apakah tidak ada perubahan √(KT Galat/r)-nya???
      Sekali lagi terima kasih....

      Delete
  66. Terimakasih Artikelnya_
    saya ada masalah nih pak Setelah menguji DMRT dari 9 perlakukan hasil uji beberaoa berbeda nyata., tapi setelah saya lihat annova malah tidak signifikan.,
    itu seperti apa ya pak?? apa yang menjadi alasan itu bisa terjadi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya begitu anovanya tidak berperngaruh nyata tidak dilakukan uji lanjutan lagi.

      Delete
  67. klo cara menghitung pake SPSSnya gimana, om?
    terima kasih

    ReplyDelete
  68. pak bagaimana membuat uji lanjut dnrmt jika galat anak petak besar dari galat petak utama.terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya tidak ada hubungannya antara pengujian DMRT dengan keadaan galat anak petak lebih besar dari galat petak utama.

      Delete
  69. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  70. Kalau mw uji lnjut DMRT gmna cranya? mksih pak

    ReplyDelete
  71. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  72. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  73. pak bagaimana apabila pada ansira (analisis sidik ragam) menyatakan NON SIGNIFIKAN tetapi setelah diuji lanjut berbeda dengan perlakuan lainnya...?
    4e. Tabel Sidik Ragam Lebar Anak Daun
    SK DB JK KT F hitung F Tabel
    S 3 0,49 0,16 2,14ns 3,34
    P 1 0,31 0,32 4,13ns 4,60
    S*P 3 0,61 0,20 2,63ns 3,34
    Kelompok 2 0,07 0,03 0,47ns 3,74
    Galat 14 1,07 0,08
    Total 23 2,56
    KK = 7,57%
    ini setelah diuji lanjut pak....>
    Tabel 5. Rerata lebar anak daun
    M (ml/tanaman) Pemberian P (gram) Rerata
    1/2 dosis 3/4 dosis
    0 3,46 b 3,52 b 3,49 b
    10 3,49 b 4,27 a 3,88 a
    20 3,63 b 3,72 b 3,68 ab
    30 3,61 b 3,60 b 3,60 ab
    Rerata3,55 a 3,78 a
    apa tidak bermasalahh nantinya dengan skripsi saya dan bagaimana cara pembahasannya..??

    ReplyDelete
  74. Maaf ini memasukkannya pakai Aplikasi SAS Atau SPSS ya? Nuwun.

    ReplyDelete
  75. Pak sy ingin bertanya apakah penelitian dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dpt menggunakan uji lanjut DMRT, krn smpai sekarang sy masih bingung menentukan uji lanjut apa yang di gunaakan untuk di proposal penelitian sy, terimaksih Pak ..

    ReplyDelete
  76. klo referensi pustakanya darimana ya?

    ReplyDelete
  77. Alhamdulillah, akhrnya saya menemukan cara melakukan uji lanjut dgn DMRT, makasih banyak ilmunya, smga bertambah berkah,aamiin

    ReplyDelete
  78. Terima kasihh banyaak.. sangat membantu sekalii..

    ReplyDelete
  79. Terima kasih banyak...sangat membantu sekali. Aada kesalahan saya dalam menyelesaikan tugas...maunya uji DMRT tp dikerjakan cara BNT...untung belum terlalu jauh salahnya, ke depan dapat saya perbaiki. Semoga tambah berkah. Amiin.

    ReplyDelete
  80. Terimakasih sekali , blognya sangat membantu..
    isi dan bahasanya juga mudah dimengerti.

    ReplyDelete
  81. Terimakasih sangat membantu, mudah dimengerti. doa'n ujian kompre saya ya smoga berhasil.. :)

    ReplyDelete
  82. terimakasih admin infonya keren

    ReplyDelete
  83. Pak, mau tanya,
    apa yang menyebabkan uji duncan tidak menunjukkan beda nyata antar perlakuan? padahal kalau dilihat dari rata-ratanya rangenya cukup lebar.
    terimakasih sebelumnya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa kemungkinan:
      1. Anova tidak nyata, sehingga uji nilai beda rata-rata jg tidak nyata.
      2. Data yg di uji anova tidak memenuhi asumsi-asumsi anova sehingga yg tadinya data harus ditransformasi dulu untuk memenuhi asumsi-asumsi anova, langsung dihitung anovanya.

      sebenarnya range dari rata2 tidak jadi masalah dalam pengujian dgn uji duncan. Range rata-rata yg terlalu lebar tetapi tidak memberikan signifikansi, maka patut dipertanyakan tentang ketelitian percobaan anda dalam mengambil datanya.

      Delete
  84. cara menghitung nilai rata-rata yang disebelah tabel jumlah itu gimana ya caranya?? saya lupa.. mohon dibantu.. :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada tabel yg mana ya, saya kurang faham maksud anda.

      Delete
  85. maaf pak mau tanya
    penelitian saya 2 faktor. faktor pertama 3 macam pupuk dan faktor kedua 3 macam varietas? saya lanjut dg uji BNT? Gamana ya pak apakah mempengaruhi? maksud nya apakah benar? rancangan menggunakan RAKL!
    Mohon penjelasannya pak trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1). Uji rata-rata perlakuan yg ifa pilih jelas mempengaruhi terhadap hasil pengujian data rata-rata percobaan ifa. Saya lebih menyarankan menggunakan uji DMRT karna lebih teliti.
      2) menggunakan RAK atau RAL itu tergantung kehomogen bahan percobaan dan lingkungan percobaan ifa. Kalau ternyata tidak homogen di kedua yg saya sebutkan diatas berarti ifa gunakan RAK m

      Delete
  86. trimakasih atas ilmu dan saran nya pak!
    saya mau tanya lagi
    kalau misal nya setelah di analisis ternyata kk nya kurang dr 10 gimana pak? apakah ganti pake uji BNT?
    soale katanya ko' kalau KK nya kurang dari itu ga boleh pake DMRT?
    mohon penjelasan nya pak trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ifa terus saja gunakan DMRT tidak perlu merubahnya dengan uji yg lain meskipun kk nya kurang dari 10.

      Delete
  87. Oo.. gtu ya trimakasih pak atas sarannya!
    O ya pak mau tanya mengenai tentang uji kontras ortogonal? saya agak kurang paham penggunaan uji tsb? misal saya itu kan pakai percobaan faktorial 2 faktor: macam pupuk dan varietas.
    na saya blm tau mengenai uji kontras ortogonal apakah perlu digunakan dlm analisis data tsb?
    mohon informasi dan penjelasan nya trimaksih.

    ReplyDelete
  88. pak sya mau tanya kalau db galatnya 33 maka nilai duncannya berapa saja pak sampai p12. di tabel hanya ada sampai 30 saja pak. makasih pak.

    ReplyDelete
  89. selamat tahun baru pak. mau tanya pak kalo db galatnya 72. di tabel tidak ada 72 pak. bagaimana mencari nya pak? mohon bantuannya pak :')

    ReplyDelete
  90. Pak saya mau tanya kan saya punya 3 perlakuan dan 10 ulangan kira-kira lebih baik saya menggunakan DMRT, BNT, atau BNJ. Terima kasih sebelumnya pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau perlakuan cuman 3 cukup pake BNT saja.

      Delete
  91. Pak harap bantuannya masalah komentar saya sebelumny. Terima kasih pak

    ReplyDelete
  92. salam sejahtera bapak..
    maaf saya mau bertanya, apakah uji lanjut Duncan dapat digunakan untuk kasus autokorelasi pada regresi berganda saat keputusan berada di daerah keragu-raguan?
    mohon bantuannya..
    Terimakasih sebelumnya. Riana

    ReplyDelete
  93. bagaimana kalo nilai pembandingnya besar besar dan bahkan dari penambahan pembanding yg pertama dan rata yg pertama aja tidak nilai rata2 selanjutnya tidak ada nilai yg lebih (52,3225
    56,65
    56,8675
    63,7275
    pembanding nya dr jarak 2 3 4 berurutan 11,41043943
    11,99659214
    12,30920692

    ReplyDelete
  94. Selamat siang,
    bapak saya kebingungan dalam menyelesaikan pengerjaan DMRT apabila nilai di urutkan dari terendah ke tertinggi.

    ReplyDelete
  95. Kak apakah kakak punya tabel duncan unt taraf 5% dan 1% yang p-nya itu hingga 44 dan dbg ny hingga 43? mohon bantuannya untuk di bagi kak :''(((( atau kah ad rumus y bs saya gunakan d excel?soalnya saya puny prlakuan itu hingga 44 ulangannya 2, otomatis dbgnya 43 :')
    sudah cr tapi tidak dapat yg lngkap
    mksh kak

    ReplyDelete
  96. Selamat pagi pak,
    bapak jika menyelesaikan pengerjaan DMRT apabila nilai diurutkan dari yang terendah ke tertinggi bagaimana yah pa?
    mohon bantuannya
    terima kasih

    ReplyDelete
  97. maap mengganggu pak.. perlakuan saya ada 20, ulangan 5,, galat 76.. nah di tabel DMRT saya lihat tidak ada pak (jaraknya sampai 20 pak) mohon dibantu untuk mencari nilai di table 5 % pak,, terimakasih sebelumnya pak..

    ReplyDelete
  98. kalo memang diizinkan bagaimana cara download

    ReplyDelete
  99. Selamat Siang, Pak. Terima kasih artikelnya. Bagus dan bermanfaat.
    Saya mau tanya, pak. Apakah rumus untuk mencari R berlaku untuk semua jenis rancangan? Terima kasih.

    ReplyDelete
  100. selamat pagi pak, saya mau tanya pak . saya tidak dapat mencari nilai ssr pak, sedangkan nilai di tabel ssr untuk uji duncan hanya sampai 14 pak db perlakuan nya, sedangkan nilai db perlakuan saya 48 pak dan db galat 49 . terimakasih sebelumnya pak

    ReplyDelete
  101. selamat sore pak
    terima kasih atas penjelasannya
    sangat membantu sekali
    penelitian saya menggunakan RAL 2 faktor, saya telah menghitung anova dan 1 perlakuan berbeda nyata. namun saat uji DMRT tidak berbeda nyata pada setiap taraf perlakuan. pertanyaan saya apakah itu mungkin terjadi?
    terima kasih atas penjelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara teori hal itu tidak mungkin. Sebaiknya data diperiksa dulu apakah data yang akan di analisis ragam sudah memenuhi asumsi-asumsi dasar analisis ragam. Kalau tidak memenuhi maka data anda harus di Transformasi Data terlebih dahulu.

      Delete
  102. selamat malam bapak, maaf saya mau tanya. db galat pecobaan saya 52, itu bgaimana pak agar bisa menentukan jaraknya? karena di tabel DMRT tidak spesifik disebutkan db galat 52. apakah ada cara untuk menghitungnya? mohon informasinya. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ambil db galat yang terdekat. db galat 52 terletak di antara db galat 40 dan 60, maka ambil db galat yang 40. Saya ambil contoh misalnya db galat 35, maka ambil db galat 30.

      Delete
    2. selamat siang pak.
      saya menemukan kasus untuk db galat ny 76 karena db perlakuan 19 dan db kelompok nya 4.
      pertanyaannya.
      1.ambil db yang mana jika di tabel terdapat 60 lalu 100 ?
      2. jika berpengaruh sangat nyata ,apakah menggunkan tarap nyata 0,01 ?
      terima kasih

      Delete
  103. Selamat malam pak, saya mau tanya. Apa mungkin faktor 1 dan faktor 2 berbeda tidak nyata tapi interaksi (faktor 1 x faktor 2) hasilnya berbeda nyata? Mohon infonya, trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal itu mungkin saja terjadi. Dan itu tidak salah.

      Delete
  104. pak saya punya kasus seperti ini
    penelitian saya menggunakan RAL 2 faktor yaitu media tanam dan lama perendaman
    anova menunjukkan media tanam tidak signifikan pada parameter tinggi tanaman
    tapi kenapa rangking dibawahnya menunjukan kode huruf yang berbeda
    1. M0 31.78 9a
    2. M1 27.83 9ab
    3. M2 23.72 9b

    bukankah kalau tidak signifikan akan menunjukan huruf yang sama?mohon penjelasannya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau perlakuan sudah tidak berpengaruh nyata menurut analisis ragam (ANOVA) maka tidak perlu lagi diuji beda pengaruh nilai rata-rata perlakuannya. Walaupun di uji juga hasil pengujian tetap tidak membari arti apa-apa apun hasilnya.

      Delete
    2. baik Pak
      Terima kasih banyak atas penjelasannya

      Delete
  105. Pak, untuk menulis notifikasinya harus manual ya? Apa ada cara agar langsung notifikasi lewat software

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan Software mungkin bisa mas tapi saya belum pernah coba. Selama ini saya dengan cara manual saja.

      Delete
  106. Semoga selalu diberi kesehatan untuk terus bisa memberikan ilmu yang bermanfaat seperti ini, terimakasih untuk ilmunya pak.

    ReplyDelete
  107. selamat siang pak.
    saya menemukan kasus untuk db galat ny 76 karena db perlakuan 19 dan db kelompok nya 4.
    pertanyaannya.
    1.ambil db yang mana jika di tabel terdapat 60 lalu 100 ?
    2. jika berpengaruh sangat nyata ,apakah menggunkan tarap nyata 0,01 ?
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Gunakan db galat 70 (Lihat Tabel F di buku Dr. Ir. Adji Sastrosupadi, MS
      2. Tidak mesti harus menggunakan taraf nyata 0,01, karena hasil analisis ragam tidak menentukan apakah uji lanjutan menggunakan taraf nyata 0,05 atau 0,01. Boleh menggunakan 0,05 saja atau 0,01 saja atau dua-duanya.

      Delete
    2. 1. Gunakan db galat 70 (Lihat Tabel F di buku Dr. Ir. Adji Sastrosupadi, MS
      2. Tidak mesti harus menggunakan taraf nyata 0,01, karena hasil analisis ragam tidak menentukan apakah uji lanjutan menggunakan taraf nyata 0,05 atau 0,01. Boleh menggunakan 0,05 saja atau 0,01 saja atau dua-duanya.

      Delete
    3. Salam kenal,,, pak kalo JK ABC itu kan hasil dr JK perlakuan dikurangi semua perlakuan termasuk interaksi, nah jika JK perlakuannya lebih kecil dr perlakuan hsilnya JK ABC akan minus terus. Di sini kesalahan saya dimana ya pak? Mohon bantuannya... trimakasih.

      Delete
    4. Kalau hasil perhitungannya adalah bernilai minus (-) itu pasti ada kesalahan perhitungan, karena jumlah kuadrat itu tidak mungkin bernilai minus. Coba anda telusuri lagi dari awal perhitungannya.

      Delete
  108. Pak, kalau pada percobaan 2 faktor. Lalu faktor A berpengaruh sedangkan faktor B dan interaksi AB tidak berpengaruh. Apakah masih perlu uji lanjut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Jika faktor A saja yang berpengaruh sedangkan faktor B dan interaksi AB tidak berpengaruh nyata maka yang di uji lanjut hanya faktor A saja.

      Delete
  109. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  110. pa jika data saya dalam setiap perlakuan hanya dilakukan 1 kali, jadi tidak ada rata-rata bolehkah uji anavan dan kemudian dilanjut duncan? perlakukan ada 12, tapi hanya punya data 1 tidak ada rata-rata, bagaimana ya pa saya bingung, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau perlakuan hanya ada satu ulangan maka pada dasarnya percobaan itu tidak memenuhi kaidah perancangan percobaan. Dan data seperti ini tidak bisa dianalisis ragam.

      Delete
  111. Pagi pak, saya sedang pakai RAK 3 faktor,,, kalau 2 faktor bisa dikerjakan dg tabel 2 arah, kalau utk kasus saya ini tabel arahnya bagaimana ya pak??? Jazakumullah khairon katsiro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang jelas satu data di tabel tsb menunjukan ke arah faktor perlakuan ke-1, ke-2, dan ke-3. Maaf saya kesulitan membayangkannya karena tidak melihat datanya.

      Delete
  112. Selamat pagi pak, saya mau tanya, saya akan melakukan uji lanjut duncan menggunakan spss, tapi program tidak bisa menampilkan karena dalam 1 faktor hanya ada 2 taraf, misal faktor Varietas : varietas A dan Varietas B. Solusinya bagaimana ya pak? Terima kasih

    ReplyDelete
  113. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  114. Selamat siang pak, saya ingin bertanya.. pada split plot kan terdapat dua galat pak, galat petak utama dan anak petak, nah pada perhitungan uji dmrtnya apakah ada perhitungan nilai galat keseluruhan ataukah menggunakan nilai galat masing2 atau menggunakan galat anak petak saja ??
    Trmkasih sblmnya

    ReplyDelete
  115. Selamat siang pak, saya ingin bertanya.. pada split plot kan terdapat dua galat pak, galat petak utama dan anak petak, nah pada perhitungan uji dmrtnya apakah ada perhitungan nilai galat keseluruhan ataukah menggunakan nilai galat masing2 atau menggunakan galat anak petak saja ??
    Trmkasih sblmnya

    ReplyDelete
  116. Mohon bantuannya pak
    ini siti, pada penelitian RAL saya kalo perlakuannya 4 ulangan 6 boleh gak pake DMRT??
    Terima kasih

    ReplyDelete
  117. Selamat siang, saya ingin bertanya mengenai uji dmrt.
    Saya menggunakan rancangan percobaan RAL pola split plot in time. Ada dua faktor percobaan. Faktor A ada 6 dan faktor B ada 3. Ulangan percobaan ada 5. Saya kebingungan pada saat uji dmrt, karena pada saat saya mengerjakan ANOVA diperoleh hasil yg signifikan namun pada setelah saya uji lanjut dg DMRT tidak ada satupun angka yg menunjukkan bahwa hasil tsb signifikan. Mohon bantuannya untuk permasalahan tersebut. Terima kasih banyak.

    ReplyDelete

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.