Selamat Datang di http://abdulsyahid-forum.blogspot.com

Selasa, 24 Maret 2009

Uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT)

Oke, kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan uji Duncan's Multiple Range Test atau sering disebut uji DMRT. Di beberapa referensi ada yang menamakan dengan ”Uji Jarak Berganda Duncan”. Dan untuk selanjutnya saya hanya menyebutnya dengan Uji DMRT. Uji DMRT berbeda dengan Uji BNT atau BNJ. Kalau pada Uji BNT atau BNJ, perbandingan terhadap nilai-nilai rata-rata perlakuan hanya menggunakan satu nilai pembanding, sedangkan Uji DMRT nilai pembandingnya sebanyak P – 1 atau tergantung banyaknya perlakuan. Artinya apabila perlakuan anda berjumlah 10, maka nilai pembandingnya sebanyak 9.
Kalau anda telah menguasai uji DMRT ini, maka saya sangat menyarankan anda lebih baik menggunakan uji ini daripada misalnya dengan uji BNT atau BNJ. Mengapa demikian? Karena Uji DMRT lebih teliti dan bisa digunakan untuk membandingkan pengaruh perlakuan dengan jumlah perlakuan yang besar.
Uji DMRT ini dalam penggunaannya agak rumit sedikit tapi tidak susah asalkan anda bisa memahaminya tahap demi tahap. Untuk menggunakan uji ini, atribut yang anda perlukan adalah 1) data rata-rata perlakuan, 2) taraf nyata, 3) jumlah perlakuan, 4) derajad bebas (db) galat, dan 5) tabel Duncan untuk menentukan nilai kritis uji perbandingan.

Perlu anda ketahui bahwa uji DMRT ini dilakukan hanya apabila hasil analisis ragam minimal berpengaruh nyata. Tapi bagaimana kalau hasil analisis ragam tidak berpengaruh nyata apakah bisa dilanjutkan dengan uji DMRT? Jawabnya bisa. Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah perlu menguji perbedaan pengaruh perlakuan jika ternyata perlakuan yang dicobakan sudah tidak memberikan pengaruh yang nyata? Bukankah apabila perlakuan tidak berpengaruh berarti perlakuan t1 = t2 = t3 = tn, yang berarti pengaruh perlakuannya sama. Jadi sebenarnya pengujian rata-rata perlakuan pada perlakuan-perlakuan yang tidak berpengaruh nyata tidak banyak memberikan manfaat apa-apa.

Oke, sebagai contoh saya ambil data berikut ini yang merupakan data hasil pengamatan pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi (gram) kedelai varitas Slamet. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan P terhadap bobot polong isi kedelai. Data hasil pengamatan adalah sebagai berikut :



Hasil analisis ragam (anova) dari data di atas adalah berikut ini :



Oke, sekarang kita mulai saja bagaimana cara menggunakan uji DMRT ini.
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan nilai jarak (R) sebanyak p - 1 (dalam contoh ini p = 7, maka p – 1 = 7 – 1 = 6) berdasarkan data jumlah perlakuan (dalam contoh ini perlakuan, p = 7), derajat bebas (db) galat (dalam contoh ini db galat = 12, lihat angka 12 yang berwarna kuning pada tabel analisis ragam), dan taraf nyata (dalam contoh ini misalkan taraf nyata = 5% atau 0,05 (disimbolkan dengan alfa). Sehingga nilai jarak (R) ini ditulis dengan R(p, v, α).
Setelah semua nilai sudah anda tentukan, barulah anda bisa menentukan nilai jarak (R) dengan cara melihat pada tabel nilai kritis uji perbandingan berganda Duncan. Berikut saya lampirkan sebagian dari tabel tersebut :



Anda perhatikan angka-angka yang saya blok dengan kotak merah pada tabel di atas. Jumlah angka –angka pada blok tersebut ada 6 yang saya ambil berdasarkan P – 1 atau 7 – 1 = 6 dan db galat = 12 seperti yang sudah kita tentukan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya angka-angka tersebut saya pindahkah pada tabel berikut :



Nah, selanjutnya kita akan menghitung nilai kritis atau nilai baku dari DMRT untuk masing-masing nilai P dengan rumus berikut :



Berikut ini saya coba menghitung untuk P = 2 dimana KT galat = 14,97 dan r (kelompok) = 3 (lihat pada tabel analisis ragam):



Dengan cara yang sama anda dapat menghitung nilai kritis DMRT untuk P = 3, P = 4, P = 5, P = 6, dan P = 7. Dan hasilnya dapat anda lihat pada tabel berikut:



Langkah selanjutnya adalah menentukan perbedaan pengaruh antar perlakuan. Untuk ini saya menggunakan kodifikasi dengan huruf. Caranya adalah sebagai berikut :
Langkah pertama anda susun nilai rata-rata perlakuan dari yang terkecil hingga yang terbesar seperti berikut :



Oke, langkah kedua adalah menentukan huruf pada nilai rata-rata tersebut. Perlu anda ketahui cara menentukan huruf ini agak rumit dan berbeda dengan Uji BNJ atau BNT, tapi anda jangan khawatir asalkan anda mengikuti petunjuk saya pelan-pelan tahap demi tahap. Dan saya yakin apabila anda menguasai cara ini, saya jamin anda hanya butuh waktu paling lama 5 menit untuk menyelesaikan pengkodifikasian huruf pada nilai rata-rata perlakuan.

Baik kita mulai saja. Pertama-tama anda jumlahkan nilai DMRT pada P = 2 yaitu 6,88 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil pertama, yaitu 17,33 + 6,88 = 24,21 dan beri huruf “a” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil pertama (17,33) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 24,21. Dalam contoh ini huruf “a” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 17,33 hingga 22,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Selanjutnya anda jumlahkan nilai DMRT pada P = 3 yaitu 7,22 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil kedua, yaitu 21,00 + 7,22 = 28,22 dan beri huruf “b” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kedua (21,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 28,22. Dalam contoh ini huruf “b” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 21,00 hingga 26,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 4 yaitu 7,44 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil ketiga, yaitu 22,67 + 7,44 = 30,11 dan beri huruf “c” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil ketiga (22,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 30,11. Dalam contoh ini huruf “c” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 22,67 hingga 26,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Sampai disini anda perhatikan huruf “c” pada tabel di atas. Huruf “c” tersebut harus anda abaikan (batalkan) karena sebenarnya huruf “c” sudah terwakili oleh huruf b (karena pemberian huruf c tidak melewati huruf “b”). Berbeda dengan pemberian huruf “b” sebelumnya. Pemberian huruf b melewati huruf a sehingga huruf b tidak diabaikan/dibatalkan.

Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 5 yaitu 7,51 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat, yaitu 26,00 + 7,51 = 33,51 dan beri huruf “c” (karena pemberian huruf “c” sebelumnya dibatalkan, maka pemberian dengan huruf “c” kembali digunakan) dari nilai rata-rata perlakuan terkecil keempat (26,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 33,51. Dalam contoh ini huruf “c” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 26,00 hingga 30,67. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Anda perhatikan huruf c di atas. Karena pemberian huruf c melewati huruf b sebelumnya, maka pemberian huruf c ini tidak dibaikan/dibatalkan.

Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 6 yaitu 7,60 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima, yaitu 30,67 + 7,60 = 38,27 dan beri huruf “d” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima (30,67) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 38,27. Dalam contoh ini huruf “d” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 30,67 hingga 36,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Langkah selanjutnya jumlahkan lagi nilai DMRT pada P = 7 yaitu 7,64 dengan nilai rata-rata perlakuan terkecil keenam, yaitu 36,00 + 7,60 = 43,20 dan beri huruf “d” dari nilai rata-rata perlakuan terkecil kelima (36,00) hingga nilai rata-rata perlakuan berikutnya yang kurang dari atau sama dengan nilai 43,20. Dalam contoh ini huruf “e” diberi dari nilai rata-rata perlakuan 36,00 hingga 41,00. Lebih jelasnya lihat pada tabel berikut :



Terakhir anda susun kembali nilai rata-rata perlakuan tersebut sesuai dengan perlakuannya, seperti tabel berikut:



Oke, sekarang akan saya jelaskan arti huruf-huruf pada tabel diatas?
Prinsip yang harus anda pegang adalah bahwa “perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pengaruhnya menurut DMRT5%”. Pada perlakuan P2 dan P3 sama-sama diikuti huruf “e” artinya perlakuan P2dan P3 tidak berbeda nyata pengaruhnya.

Menentukan Perlakuan Terbaik
Untuk menentukan perlakuan mana yang terbaik, langkah-langkahnya adalah berikut ini:
Langkah pertama anda harus melihat perlakuan mana yang nilai rata-ratanya tertinggi. Dalam contoh ini perlakuan yang nilai rata-ratanya tertinggi adalah P2.
Langkah kedua anda lihat pada rata-rata perlakuan P2 itu diikuti oleh huruf apa. Dalam contoh ini perlakuan P2 diikuti oleh huruf “e”.
Langkah ketiga anda lihat rata-rata perlakuan mana saja yang diikuti oleh huruf “e”. Dalam contoh ini rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf “e” adalah P2 itu sendiri dan P3.
Langkah keempat anda perhatikan kembali perlakuan P2 dan P3. Dalam contoh ini perlakuan P2=45,00 kg/ha dan P3=67,50 kg/ha. Sampai di sini anda harus bisa mempertimbangkan secara logis perlakuan mana yang terbaik. Logikanya seperti ini, apabila perlakuan dengan dosis lebih rendah tetapi mempunyai mempunyai pengaruh yang sama dengan perlakuan dengan dosis yang lebih tinggi dalam meningkatkan hasil, maka perlakuan dosis yang lebih rendah tersebut lebih baik daripada perlakuan dosis yang lebih tinggi di atasnya. Dalam contoh ini perlakuan P2 lebih baik daripada perlakuan P3 dan P4. Jadi dapat disimpulkan perlakuan P2-lah yang terbaik.

Selesai. Semoga bermanfaat.

102 komentar:

  1. terimakasih, penjelasannya sangat berarti untuk orang yang lagi kebingungan seperti saya

    BalasHapus
  2. pak..boleh minta lebih dijelaskan mencari efek mandiri dari RAKFaktorial yang tidak terjadi interaksi gimana caranya???
    penelitian saya 2 faktor (3 dan 5 taraf)..mohon penjelasannya...terimakasih

    BalasHapus
  3. To : Sayo,
    Silahkan anda pelajari pada artikel saya tentang pengujian beda pengaruh perlakuan pada percobaan faktorial.

    BalasHapus
  4. pak bagaimana cara membuat tabel duncan pada taraf 5% dengan cara microsoft excell

    BalasHapus
  5. To: Anonim.
    tabel duncan yg saya tahu tdk bisa dibuat dgn m.exell. Begitu juga dgn tabel tuckey. yg pernah saya buat dg exell adalah tabel t, tabel z, tabel chi kuadrat, dan tabel F. Semua tabel tsb sdh ada rumusnya di m.exell.

    BalasHapus
  6. pak, bagaimana kalau jumlah perlakuan saya lebih dari 20(perlakuan saya ada 30)? sdngkn di tabel duncan, jumlah perlakuan nya hanya sampai 20 saja. mohon bantuannya. terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  7. To. Anonim.
    Thanks atas kunjungannya. Pengalaman saya selama ini, saya tidak pernah menemui kasus seperti ini. jumlah perlakuan sampai 30. Apakah ini nantinya anda tidak kesulitan dalam menginterpretasi kode huruf pada hasil pengujian dari ke 30 perlakuan anda. Maaf untuk sementara ini saya belum bisa menjawab. tapi akan saya usahakan bagaimana pemecahannya.

    BalasHapus
  8. Pak saya menemukan kasus dalam percobaan, dari hasil analisis anava perlakuannya tidak berbeda nyata, tetapi ketika dilakukan analisis DMRT terdapat perbedaan, saya sudah mengulang penghitungannya dengan secara manual dan sofwere hasil nya nyata, menurut bapak apakah hal tersebut dapat terjadi?Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
  9. To: Anonim.
    Perbedaan pengaruh rata-rata dari hasil pengujian uji beda nilai rata-rata yg nyata padahal hasil pengujian anova tidak nyata mungkin saja terjadi. Tapi perbedaan tsb tetap saja tidak memberikan arti apa-apa karena dari anovanya memang sdh tidak nyata. Jadi yg pertama dan yg utama kita lihat adalah Anovanya dulu. Jika anovanya sdh tidak nyata, maka pengujian selanjutnya menjadi tdk berarti lagi.
    Tapi kasus demikian bisa terjadi karena kemungkinan data percobaannyaa tidak memenuhi asumsi-asumsi analisis ragam. Misalnya data yg tdk memenuhi asumsi analisis ragam tsb di anova kan ternyata tidak berpengaruh nyata, tetapi begitu asumsi-asumsinya terpenuhi ternyata berpengaruh nyata. Data yg seperti ini jika dilanjutkan bisa saja terjadi perbedaan yg nyata antara pengaruh perlakuannya.

    BalasHapus
  10. pak, kalo misalkan untuk mencari jarak duncan yang db Galatnya lebih dari 100 gmn pak?karena di tabel maksimal db galatnya 100. mohon bimbingannya...trims

    BalasHapus
  11. To Anonim.
    Kalau db galat lebih dari 100 sepertinya uji Duncan tidak bisa digunakan, karena kita akan kesulitan untuk mengkodefikasi hurufnya. Mungkin gunakan aja uji gugus scott knot.

    BalasHapus
  12. mas,kalau dalam statistik ada istilajh beda nyata dan tidak beda nyata..arti beda nyata sendiri itu apa mas? padahal nilainya berbeda.gmn cara menjelaskannya?mhn bimbingannya...thanks

    BalasHapus
  13. To Anonim.
    Maksud "beda nyata" disini adalah pengaruh perlakuannya yg berbeda nyata, bukan pada nilai rata-ratanya meskipun nilainya memang sdh berbeda. Jadi yg anda lihat adalah notasi hurufnya.

    BalasHapus
  14. Bagaimana mengkodekan perlakuan ke 7 andaikata nilai e tidak melebihi nilai wilayah perlakuan ke 7??

    BalasHapus
  15. Wah.. benar2 berguna pak.. apalagi untuk mahasiswa seperti saya yang sedang dalam tahap akhir..
    saya mau tanya juga pak, bedanya uji BNT dengan uji DMRT ini apa?? bagaimana cara menentukan uji lanjut mana yg lebih baik digunakan?? lebih bagus mana??
    trima kasih..

    BalasHapus
  16. to Anonim:
    Maka huruf e nya dibatalkan. jadi perlakuan ke 6 hanya huruf d. Dan otomatis perlakuan ke 7 diberi huruf e.

    BalasHapus
  17. Perbedaan antara BNT dan DMRT itu terletak pada jumlah nilai uji. Kalau pd BNT hanya menggunakan 1 nilai kritis, tapi kalau pd DMRT menggunakan nilai uji sejumlah t - 1, maksudnya kalau perlakuan sejumlah 8 perlakuan, maka dgn uji DMRT ada 7 nilai uji.
    Utk menentukan uji apa yg digunakan, tergantung, kalau mau teliti gunakan DMRT.

    BalasHapus
  18. terima kasih Pak... memudah kan saya dalam mengerjakan skripsi

    BalasHapus
  19. pertanyaan... bagaimana cara mencari nilai DB galat 32;4 ?? soalnya di tabel BNJ nilai galat 32 tidak ada Mohon informasinya terima kasih

    BalasHapus
  20. terima kasih pak, boleh entar konsultasi secara online

    BalasHapus
  21. pertanyaan:
    penelitian sy menggunakan metode RAL, terdiri dr 2 faktor (pemupukan 4 taraf & pengemasan 3 varian) x 3 ulangan. faktor 1 saat budidaya sedangkan faktor 2 di berikan pascapanen. jd di awal, di anggap hanya ada 1 faktor, tanaman contoh yang telah di siapkan untuk perlakuan faktor 2 di anggap sebagai ulangan hingga nilai ulangan jd naik sampai 9 ulangan. konsekuensinya db Galat jadi terlalu tinggi mencapai angka 32. saat uji lanjut menggunakan BNJ nilai db Galat 32 tidak ada di tabel.
    apa ada cara khusus untuk kasus ini?

    BalasHapus
  22. To Anonim:
    Ambil db 30, karna db 32 yang paling mendekati db 30.

    BalasHapus
  23. makasih diskusinya.. bisa buat referensi ujian...suksesss.

    BalasHapus
  24. saya bingung membacanya,ada versi gampangnya g???

    BalasHapus
  25. To Anonim:
    Ini sudah cara yang paling gampang saya buat.

    BalasHapus
  26. inayah:pak klo misalnya db 55 ditabel DMRT, mk ikut yg 40 or 60??syukron

    BalasHapus
  27. pak uji lanjut DMRT klo di SPSS tu pa sama dg dunet??sy bingung nyarinya..syukron

    BalasHapus
  28. Pak kira2 kenapa hasil dari SPSS tidak sama dengan hasil manual perhitungan? Lalu jika saya mempunyai kombinasi percobaan berjumlah 8, kira2 uji lanjut yang digunakan DMRT atau BNT ? Terimakasih...

    BalasHapus
  29. PAK Ini mahasiswa bapak y mngambil MK rancangan percobaan ini lngsng bleh d copy kah pa'? mksih ya pakmateri nya....

    BalasHapus
  30. To Anonim:
    Silahkan langsung download aja.

    BalasHapus
  31. pak saya mau tanya, apakah tiap tabel uji duncan hanya 2,3,4,5,6,7,8,9,10,12,14,16,18. yg 11,13,15,17 ko tdk ada ya pak? karena data saya ada 18, bagaimana mengakalinyaa atau mencarinya? terimakasih.

    BalasHapus
  32. pak,, kalau mau uji DMRT tpi langsung pakai spss bisa ga?
    gimana caranya?
    thx bpk...

    BalasHapus
  33. perlakuan sy ada 4 dan ulangannya ada 3 sy mau teliti dengan ral. apakah derajat ketelitiannya bisa mewakili

    BalasHapus
  34. pak nilai db galat saya 21, trus ditabel g' ada truz gmnan?

    BalasHapus
  35. To Cempaka:
    Coba gunakan uji yang lain saja seperti uji gugus scott-Knott

    BalasHapus
  36. To Anonim 1:
    Saya belum coba make spss utk uji duncan.
    To Anonim 2 :
    Bisa lebih detil lagi maksudnya?

    BalasHapus
  37. To Ikka:
    nilai Duncan untuk db galat 21 adalah :
    p2 = 2,94
    p3 = 3,09
    p4 = 3,18
    p5 = 3,24
    p6 = 3,30
    p7 = 3,33
    p8 = 3,34
    p9 = 3,36
    p10 = 3,40
    p12 = 3,43
    p14 = 3,44
    p16 = 3,46

    Semoga membantu.

    BalasHapus
  38. SubhaAllah....sangat bermanfaat....terima kasih kepadda admin yang telah posting artikel ini

    BalasHapus
  39. Tararenkyu, terimakasih banyak...sangat membantu sekali, semoga menjadi amal ibadah ya

    BalasHapus
  40. waaahhhh,,,benar2 membantu, terima kasih banyak

    BalasHapus
  41. bangaimana cara membaca tabel duncan 5% n 1%

    BalasHapus
  42. salam, pak. sy bingung pak, mengenai DMRT ini. Sy ksh prolog dulu pak y. Sy melakukan penelitian ttg pengarh pemberian 3 jenis kompos yang berbda pada tanaman, dan 1 plot kontrol. Masing2 dibuat 3 kali ulangan. Jadi, ada 12 plot percobaan. Penelitiannya sy lakukan dilapangan secra terbuka. Yang ingin sy tanyakan, sy hrs menggunakan metode apa utk mengolah datanya ? dan cara penggunaan metode tsb,bgmn ?
    Mhn ma'af sblmnya pak. sbb sy g ngerti apa2 ttg Rancob ataupun Statistik...
    Mhn bimbingannya pak

    BalasHapus
  43. To. Al-Amin Herbal.
    Baca aja Mas di atas, khan udah saya jelasin caranya.

    BalasHapus
  44. To Anonim.
    Paling tidak anda harus mempersiapkan 3 Hal, yaitu:
    1. Rancangan Lingkungan,
    2. Rancangan Perlakuan,
    3. Rancangan Respons.

    Rancangan lingkungkan yang akan anda gunakan harus sesuai dengan keadaan dimana tempat anda melakukan percobaan. Kalau memang percobaan anda lakukan di lapangan, ada baiknya anda lihat dulu apakan kondisi lapangannya relatif homogen atau heterogen. Jika kondisinya relatif homogen, maka gunakan RAL, dan jika kondisinya relatif heterogen (misalnya lahannya miring), maka gunakan RAK.

    Rancangan Perlakuan, sesuaikan dengan apa yang menjadi tujuan dan hipotesis yang anda formulasikan.

    Rancangan Respons, sesuaikan dengan tujuan dan variabel yang anda amati.

    **Ada baiknya anda explore lagi di beberapa referansi (buku) perancangan percobaan. Buku-bukunya melimpah kok. Semoga membantu.

    BalasHapus
  45. pengertian lsd, DMRTdan uji respon ituapa pak?trus cara membaca datanya bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan anda pelajari di web ini. Trims.

      Hapus
  46. bagaimana caranya kalau uji lanjut DMRT ini diterapkan pada Rancangan bujur sangkar latin.
    saya kebingungan dalam mengerjakan hal ini. klu pada rancangan RAK dan RAL saya sudah bisa.
    terima kasih,,,, saya sangat mengahrapkan jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada dasarnya uji DMRT ini tidak ada hubungannya dengan rancangan lingkungan (RAL, RAK, RBSL) yg kita gunakan. Jadi apapun rancangan lingkungan yg kita gunakan prinsip penggunaan DMRT sama saja.

      Hapus
  47. To: Anonim
    Uji DMRT ini bisa diterapkan pada semua bentuk rancangan Lingkungan apakah RAL, RAK, atau RBSL. Prinsipnya sama saja, yaitu yang dilihat adalah jumlah perlakuannya.
    Oke, semoga membantu.

    BalasHapus
  48. terima kasih atas penjelasannya...
    saya ingin menanyakan apakah jumlah perlakuan sedikit (mis 4) dapat menggunakan uji lanjut DMRT?

    terima kasih

    BalasHapus
  49. To Anonim.
    Jumlah perlakuan ada 4 masih bisa digunakan DMRT.

    BalasHapus
  50. terimakasih banget2 sangat bermanfaat...
    ini yang saya cari

    BalasHapus
  51. Pak, nilai Duncan untuk db galat 147 dengan 4 perlakuan berapa ya?
    Terimakasih atas bantuannya...

    BalasHapus
  52. Pak, kalau ingin mencari notasi pada tabel matrik AxB bagaimana (soalnya saya pakai rancangan faktorial) ?

    BalasHapus
  53. pak, terkadang untuk beberapa kasus, terjadi perbedaan mengenai signifikansi antara uji LSD dan uji Duncan. terkadang pada uji LSD menyatakan hasil perbedaan yang tidak signifikan sedangkan pada uji Duncan hasil yang diperoleh signifikan, nah, gimana pendapat bapak mengenai hal tersebut . . .:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang berbeda pada beberapa kasus, hal ini karena uji Duncan itu lebih teliti daridapa uji LSD. terutama untuk jumlah perlakuan yg besar (lebih dari 5 perlakuan). Karna bisa saja yg tadinya tidak berbeda nyata dgn LSD akan berbeda nyata apabila dilakukan dgn Uji Duncan. Saya lebih menyarankan menggunakan uji Duncan untuk perlakuan lebih dari 5 ke atas.

      Hapus
  54. Pak bmn mengintepretasikan nilai subset yang agak banyak, misalnya di perlakuan 1 nilai subset a, kemudian di perlakuan 2 nilai subset ab, dan perlakuan 3 nilai subset abc, selanjutnya di perlakuan 4 nilai subset bcd.
    Terima kasih untuk penjelasannya sebelumnya...

    BalasHapus
  55. salam kenal./..
    pak mohon bantuannya untuk tabel-tabel uji beda..
    punya saya kurang lengkap nih, sementara fasilitas krg memadai..
    tks

    BalasHapus
  56. assalamualaikum,,,,
    sebelumnya salam kenal,,,
    sdkit bingung, mau tanya nih,,,
    saya melakukan penelitian dengan rancangan RPT, Petak utama 3 (A0, A1,A2), anak petak (B1, B2, B3) dengan 3 ulangan/kelompok jika hasil sidik ragam didapatkan interaksinya berbeda nyata bagaimana cara uji lanjutnya dengan uji lanjut DNMRT, dan bagaimana jika yg berbeda nyata hanya Petak utama atau anak petak saja, sedangkan interaksinya tdk,dan yg terpenting untuk interaksinya nilai rata2 yg mana yg dipakai,, mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika yg berpengaruh nyata adalah interaksinya maka yg diuji hanya interaksinya saja. Tetapi jika interaksinya tidak nyata, sedangkan faktor tunggalnya saja yg nyata, maka faktor tunggalnya saja yg diuji.

      Hapus
  57. Untuk kelebihan dan kekurangannya menggunakan metode DMRT apa pak???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelebihan metode DMRT adalah ia lebih teliti dalam membandingkan antar nilai rata-rata perlakuan karna jumlah nilai pembandingnya sejumlah p - 1. Jadi kalau misalnya ada 10 nilai rata-rata perlakuan yang akan dibandingkan maka akan ada 10 - 1 = 9 nilai pembanding. Ini berbeda ketika kita menggunakan uji BNJ misalnya, untuk kasus yang sama BNJ harus membandingkan ke-10 nilai rata-rata perlakuan tersebut hanya dengan satu nilai pembanding. Hal ini tentu akan semakin berkurang ketelitiannya sejalan dengan bertambahnya nilai rata-rata perlakuan yang akan dibandingkan.
      Satu-satunya kekurangan metode DMRT adalah ia sedikit lebih rumit bila dibandingkan dengan uji-uji lainnya seperti BNT dan BNJ.

      Hapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  59. Pak, Bagaimanakah caranya menentukan nilai tabel kritis duncan
    1). r 0.05/0.01 (11,54)
    2). r 0.05/0.01 (36,54)
    3). r 0.05/0.01 (15,94)
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan lihat secara detil di artikel ini ya. atau bisa diperjelas lagi pertanyaannya.

      Hapus
  60. terima kasih,, bagi saya bahasa anda dalam menjelaskan dapat saya cerna dengan baik, sekarang saya bertambah paham akan DMRT.. terima kasih

    BalasHapus
  61. Pak, saya mau penelitian tentang kultur jaringan tanaman anggrek dengan cara subkultur.
    Ada 2 faktor yang saya gunakan, faktor 1: 4 taraf konsentrasi, faktor 2: 3 taraf konsentrasi, dan ulangan sebanyak 4.
    Pertanyaannya, jika saya menanam dalam waktu yang berbeda, apa saya harus mengggunakan RAK?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    karena saya belum begitu paham
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. To Reza:
      Sebetulnya tdk harus menggunakan rak, tp kalau memang perbedaan waktu penanaman dijadikan alasan utk menggunakan rak itu dibolehkan.
      Tentang uji lanjutan, ujilah interaksinya saja jika interaksinya berpengaruh nyata walaupun perlakuan tunggalnya jg berpengaruh nyata.
      Saya lebih menyarankan gunakan dmrt utk mengujinya.
      Semoga membantu.

      Hapus
  62. salam kenal, Pak, saya mau penelitian tentang aktivitas enzim selulase
    Ada 2 faktor yang saya gunakan suhu (suhu ruang dan suhu 50) dan jumlah isolat (5 isolat )
    Pertanyaannya, rancangan apa yang bisa saya gunakan pak?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    saya masih kurang paham pak...
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  63. salam kenal, Pak, saya mau penelitian tentang aktivitas enzim selulase
    Ada 2 faktor yang saya gunakan suhu (suhu ruang dan suhu 50) dan jumlah isolat (5 isolat ) dengan 4 ulangan, yang akan saya analisis aktivitas enzim, bobot biomassa isolat
    Pertanyaannya, rancangan apa yang bisa saya gunakan pak?
    Kemudian, uji lanjut apa yang yang sebaiknya saya gunakan jika berbeda nyata?
    saya masih kurang paham pak...
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kondisi lingkungan percobaan anda relatif homogen, maka gunakan rancangan acak lengkap (RAL) jadi perancangan percobaannya rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor, kalau kondisi lingkungan percobaan anda relatif heterogen, maka gunakan rancangat acak kelompok (RAK)jadi nama rancangan percobaannya rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor.
      Untuk uji lanjutan bisa digunakan bnt, bnj, atau dmrt, tp saya lebih menyarankan gunakan dmrt karna lebih teliti.

      Hapus
    2. makasih atas penjelasannya pak,,, ini sangat membantu saja ,,,

      Hapus
  64. Salam Pak.

    penelitian saya faktorial. Faktor 1 (ada 3 tingkatan) faktor 2 juga ada 3. Jd kombinasi ada 9. Untuk mengetahui metode mana dari ke 9 kombinasi itu yg paling bagus. Stelah saya pakai uji BNT, saat pemberian huruf, untuk huruf "a" saja sudah dari kombinasi dengan tingkat rata2 terkecil pertama sampai ke 8. Saat penghurufan "b" mulai dari rata2 terkecil ke 2 sampai ke 9. Trus untuk kesimpulan bagaimana? Apa rata2 kombinasi terkecil yg pertama yg paling baik/berbeda nyata pengaruhnya? Karena hanya dia sendiri yg huruf nya beda "a". Karena kalau saya lihat hasil pemeriksaan di Lab, kombinasi itu lah yg memiliki perbedaan penurunan terbesar untuk kadar fe sebelum dan sesudah.
    Mohon bantuannya Pak.

    Sekali lagi trima kasih atas bantuannya Pak.
    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Khusus untuk menghitung beda pengaruh perlakuan untuk percobaan faktorial silahkan lihat pada artikel berikut: http://abdulsyahid-forum.blogspot.com/search/label/Perancangan%20Percobaan?updated-max=2009-05-06T10:20:00%2B07:00&max-results=20&start=8&by-date=false

      Hapus
  65. Salam Kenal Bapak, terimakasih artikelnya sangat membantu, saya mau bertanya...
    Saya menggunakan RAL Tersarang, saya memiliku 4 perlakuan lipid dan 2 konsentrasi, serta kontrol.
    Pada saat Analisis Ragam saya tidak menyertakan kontrol karena tidak menggunakan lipid sehingga tidak ada konsentrasinya....
    1) Tetapi bagaimana saat uji DMRT, apakah saya menghitungnya menyertakan Kontrol atau tidak???
    2) dengan uji DMRT ini apakah saya menghitung nilai jarak tersebut berdasarkan perlakuan lipid (jumlahnya jadi 4-1 jika tanpa kontrol) atau perlakuan lipid+konsentrasinya (jumlahnya jadi (4x2)+1 jika tanpa kontrol???

    Terima kasih sebelumnya ya pak, Mohon bantuannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Menurut saya karna kontrol tidak dilibatkan dalam analisis ragam, maka kontrol tidak bisa dilibatkan dalam pengujian uji beda pengaruh perlakuan. Hal ini karena uji DMRT menggunakan nilai Kuadrat tengah galat dari analisis ragam pada nilai kritisnya. Kuadrat tengah galat itu sendiri sebenarnya adalah nilai ragam atau nilai yang menggambarkan tingkat keragaman yg terjadi dalam suatu percobaan. Dalam hal ini percobaannya kan tidak melibatkan kontrol dalam analisis ragam.

      2. Ya, banyaknya perlakuan yg diuji DMRT sebanyak p-1. tanpa kontrol.

      Hapus
    2. terima kasih atas balasannya bapak...
      Ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan, seperti yang sudah saya bilang kalau saya menggunakan RAL Tersarang, apakah perhitungan nilai DMRT tetap= R x √(KT Galat/r)???
      Apakah tidak ada perubahan √(KT Galat/r)-nya???
      Sekali lagi terima kasih....

      Hapus
  66. Terimakasih Artikelnya_
    saya ada masalah nih pak Setelah menguji DMRT dari 9 perlakukan hasil uji beberaoa berbeda nyata., tapi setelah saya lihat annova malah tidak signifikan.,
    itu seperti apa ya pak?? apa yang menjadi alasan itu bisa terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya begitu anovanya tidak berperngaruh nyata tidak dilakukan uji lanjutan lagi.

      Hapus
  67. klo cara menghitung pake SPSSnya gimana, om?
    terima kasih

    BalasHapus
  68. pak bagaimana membuat uji lanjut dnrmt jika galat anak petak besar dari galat petak utama.terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya tidak ada hubungannya antara pengujian DMRT dengan keadaan galat anak petak lebih besar dari galat petak utama.

      Hapus
  69. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  70. Kalau mw uji lnjut DMRT gmna cranya? mksih pak

    BalasHapus
  71. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  72. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  73. pak bagaimana apabila pada ansira (analisis sidik ragam) menyatakan NON SIGNIFIKAN tetapi setelah diuji lanjut berbeda dengan perlakuan lainnya...?
    4e. Tabel Sidik Ragam Lebar Anak Daun
    SK DB JK KT F hitung F Tabel
    S 3 0,49 0,16 2,14ns 3,34
    P 1 0,31 0,32 4,13ns 4,60
    S*P 3 0,61 0,20 2,63ns 3,34
    Kelompok 2 0,07 0,03 0,47ns 3,74
    Galat 14 1,07 0,08
    Total 23 2,56
    KK = 7,57%
    ini setelah diuji lanjut pak....>
    Tabel 5. Rerata lebar anak daun
    M (ml/tanaman) Pemberian P (gram) Rerata
    1/2 dosis 3/4 dosis
    0 3,46 b 3,52 b 3,49 b
    10 3,49 b 4,27 a 3,88 a
    20 3,63 b 3,72 b 3,68 ab
    30 3,61 b 3,60 b 3,60 ab
    Rerata3,55 a 3,78 a
    apa tidak bermasalahh nantinya dengan skripsi saya dan bagaimana cara pembahasannya..??

    BalasHapus
  74. Maaf ini memasukkannya pakai Aplikasi SAS Atau SPSS ya? Nuwun.

    BalasHapus
  75. kak mau tny, itu 14,97 dari mana datangnya?

    BalasHapus
  76. Pak sy ingin bertanya apakah penelitian dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dpt menggunakan uji lanjut DMRT, krn smpai sekarang sy masih bingung menentukan uji lanjut apa yang di gunaakan untuk di proposal penelitian sy, terimaksih Pak ..

    BalasHapus
  77. klo referensi pustakanya darimana ya?

    BalasHapus
  78. Alhamdulillah, akhrnya saya menemukan cara melakukan uji lanjut dgn DMRT, makasih banyak ilmunya, smga bertambah berkah,aamiin

    BalasHapus
  79. Terima kasihh banyaak.. sangat membantu sekalii..

    BalasHapus
  80. Terima kasih banyak...sangat membantu sekali. Aada kesalahan saya dalam menyelesaikan tugas...maunya uji DMRT tp dikerjakan cara BNT...untung belum terlalu jauh salahnya, ke depan dapat saya perbaiki. Semoga tambah berkah. Amiin.

    BalasHapus
  81. Terimakasih sekali , blognya sangat membantu..
    isi dan bahasanya juga mudah dimengerti.

    BalasHapus
  82. Terimakasih sangat membantu, mudah dimengerti. doa'n ujian kompre saya ya smoga berhasil.. :)

    BalasHapus

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.