Thursday, April 2, 2009

Koefisien Keragaman (KK)

Oke, kali ini saya akan menjelaskan tentang Koefisien Keragaman (KK) dan selanjutnya saya hanya menyebutnya dengan “KK”. KK bisa diartikan sebagai gambaran tentang seberapa jauh keragaman yg terdapat di dalam suatu populasi pada suatu percobaan. Nilai KK yg dianggap baik sampai sekarang belum dapat di bakukan karena banyak faktor yg mempengaruhinya.
Tetapi sebagai gambaran awal adalah jika KK semakin kecil berarti derajat ketelitian juga semakin tinggi dan semakin tinggi pula validitas atau keabsahan dari kesimpulan yang diperoleh.. Jika KK terlalu kecil akan menyebabkan terlalu banyak perlakuan-perlakuan yg menonjol, sebaliknya jika terlalu besar akan menyebabkan tidak adanya perlakuan yg menonjol. Jadi nilai KK yg baik sebenarnya tidak bergantung pada nilainya berapa, tapi yang penting KK tersebut dapat menonjolkan suatu pengaruh perlakuan yang menonjol secara logis. Jadi anda tidak perlu khawatir apabila KK percobaan anda besar katakanlah di atas 50% bukan berarti percobaan anda gagal, tapi dengan catatan anda bisa mengungkapan suatu gambaran logis mengapa KK anda demikian.

Namun demikian anda juga harus hati-hati dengan KK percobaan anda. Kalau ternyata KK percobaan anda terlalu besar nanti dikira orang anda tidak teliti dan cermat atau sembarangan dalam melakukan percobaan. Tapi di sisi lain kalau ternyata KK percobaan anda terlalu kecil nanti dikira orang anda melakukan “modifikasi” pada data percobaan anda. Tapi itu semua dikembalikan kepada anda sendiri sejauh anda bisa menerangkan secara logis mengapa KK percobaan anda demikian.

Sebagai bahan acuan untuk menilai apakah KK percobaan anda termasuk besar, sedang, atau kecil, berikut saya cantumkan beberapa kriteria KK menurut Kemas Ali Hanafiah, yaitu :
a) KK Besar; Jika nilai KK minimal 10% pada kondisi homogen atau 20% pada kondisi heterogen.
b) KK Sedang; Jika nilai KK minimal 5 - 10% pada kondisi homogen atau 10 - 20% pada kondisi heterogen.
c) KK Kecil; Jika nilai KK maksimal 5% pada kondisi homogen atau 10% pada kondisi heterogen.

Ada beberapa faktor yg mempengaruhi Nilai Koefisien Keragaman (KK), yaitu :
a) Heterogenitas bahan, alat, media, lingkungan percobaan. Artinya semakin heterogen, maka nilai KK semakin besar, begitu sebaliknya.
b) Selang perlakuan; semakin lebar selang perlakuan anda, maka nilai KK percobaan anda semakin besar, begitu sebaliknya.

Rumus Koefisien Keragaman (KK)
KK dirumuskan sebagai berikut :


Sebagai contoh, misalkan KT galat percobaan anda 17,85 dan rata-rata umumnya dari data pengamatan anda 50,73. Maka nilai KK-nya adalah :


Selesai, semoga bermanfaat.

Pustaka:
1. Gaspersz, Vincent. Metode Perancangan Perancangan Percobaan untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik, Biologi. Bandung. CV. Armico. 1991.
2. Sastrosupadi, Adji. Rancangan Percobaan Praktis untuk Bidang Pertanian. Cetakan Pertama. Yogyakarta. Kanisius. 1995.
3. Gomez.K.A and Gomez. A.A. Statistical Procedures For Agricultural Research. John Wiley & Sons, Inc. 1995.
4. Hanafiah. K.A. Rancangan Percobaan: teori dan aplikasi. Cetakan ke-5. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta Utara. 1991.
5. Sastrosupadi, Adji. Rancangan Percobaan Praktis untuk Bidang Pertanian. Cetakan Pertama. Yogyakarta. Kanisius. 1995.

25 comments:

  1. askm pak mau nanya ni mhn maaf sblmnya, mo tanya uji normalitas, sperti uji kolmogorov smirnov,anderson darling, ryan joiner, yang maua ditanykan kapan penggunaan uji normalitas ini digunakan mhon bapak jelaskan !!!.?. kemudian uji homogenitas , seperti uji bartlett, kapan digunakan mhon bapak jelaskan.!!!!!. seblumnya maaf dan terima kasih banyak Pak.

    ReplyDelete
  2. terima kasih banyak pak,penjelasan tentang KK,uji duncan,uji BNJ,uji BNT,apa yang bapak bahas sangat membantu saya. terima kasih banyak,

    ReplyDelete
  3. To anonim,
    Uji kenormalan dan Uji Bartlett digunakan sebelum anda menganalisis ragam data anda.
    Saya sarankan anda lebih baik menguji kehomogenan ragam aja dulu. Apabila data anda terbukti homogen, maka data anda akan menyebar normal.
    Jangan anda lakukan uji kenormalan lebih dulu, karena walaupun data anda terbukti menyebar normal, belum tentu ragamnya homogen. Oke ya.

    ReplyDelete
  4. oke pak, terimakasih banyak sangat sangat membantu mahasiswa.

    ReplyDelete
  5. saya sudah membacaca posting bapak. sangat membantu mahsiswa yang mengambil MK rancob. ulasannya cukup jelas dan mudah dimengerti. tkasih

    ReplyDelete
  6. Ass. mau tanya untuk sample kecil (n=20, misalnya ternak sapi) berapakah nilai KK (koefisien keragaman) yang bisa dianggap homogen? Terimakasih, Wass.

    ReplyDelete
  7. To Anonim:
    Koefisien Keragaman (KK) itu hanya untuk melihat seberapa besar keragaman yang terjadi pada percobaan kita. Kalau menilai tingkat kehomogenan dari suatu percobaan saya kita dgn menggunakan nilai KK masih terlalu lemah acuannya. Biasanya untuk melihat kehomogenan, kita harus menggunakan uji kehomogenan ragam. Maaf kalau salah yg dimaksud.

    ReplyDelete
  8. saya suka dengan blog ini ........ apalagi saya yang sedang skripsi dengan adanya blog ini...... saya dpat mengerti tentang rancangan percobaan walaupun... dikuliahan.. sudah dipelajari namun.. diblog ini dijelaskan dengan lebih jelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. To Anonim:
      Trims atas kunjungannya ke Blog saya yang sederhana ini. Semoga bisa lebih bermanfaat ya.

      Delete
  9. kk sma g dng koefisien keragaman genotip dan fenotip?

    ReplyDelete
    Replies
    1. KK di sini adalah tentang keragaman data dari hari percobaan, kalau KK yg hubungannya dengan genotif dan fenotif kurang faham mas.

      Delete
  10. maua tanya pak. klo ketentuan KK untuk penelitian experimen di LABORATORIUM dan LAPANGAN berapa yah?

    klo bisa ada rujukan referensinya... terimakasih banyak pak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya tidak ada ketentuan KK itu harus berapa baik pada kondisi percobaan di laboratorium atau pada kondisi di lapangan. Tetapi yg jelas KK akan menjadi kecil ketika suatu percobaan dilakukan pada kondisi yg serba terkontrol seperti di laboratorium. Sedangkan pada kondisi percobaan di lapangan biasanya nilai kk cenderung besar, karna akan ada suatu kondisi dimana kita tidak dapat mengendalikan faktor-faktor yg tak terduga seperti hujan yg lebat, angin ribut, di makan ternak, dll.
      Nilai kk tidak yg ideal berapapun nilainya, tetapi yg penting kita harus bisa menjelaskan secara logis/ilmiah mengapa nilai kk percobaan kita seperti itu.

      Delete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. saya mau bertanya tentang cara penentuan memakai uji lanjut mana yang akan saya gunakan...

    Bagaimana saya bisa mengetahui uji lanjut yg akan dipakai..KK saya 2,375% kondisi homogen... (uji Duncan, atau BNT, atau BNJ)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. a) KK Besar; Jika nilai KK minimal 10% pada kondisi homogen atau 20% pada kondisi heterogen. Uji Duncan
      b) KK Sedang; Jika nilai KK minimal 5 - 10% pada kondisi homogen atau 10 - 20% pada kondisi heterogen. Uji BNT
      c) KK Kecil; Jika nilai KK maksimal 5% pada kondisi homogen atau 10% pada kondisi heterogen. uji BNJ

      Delete
  13. Terimakasih pak admin untuk smua penjelasannya...moga bermanfaat bagi kita smua...sukses slalu pak admin...

    ReplyDelete
  14. Terimakasih pak admin untuk smua penjelasannya...moga bermanfaat bagi kita smua...sukses slalu pak admin...

    ReplyDelete
  15. Pak saya mau minta tolong karna saya melakukan penelitian tp nilai KK yg sy dpt 112,88% kalau KK yg besar seperti ini bagaimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba datanya diperiksa dulu kehomogenan ragamnya. Kalau datanya tdk homogen berarti datanya harus ditransformasi. Ada di web ini tentang kehomogenan ragam.

      Delete
  16. pak dalam penelitian survei dng mgnkn SD,RATA-RATA,KK apakah bisa diuji dng signifikan 0,05 dan 0,01?

    ReplyDelete
  17. Pak apakah jumlah ulangan berpengaruh terhadap berbeda nyata / tidaknya suatu percobaan? kalau iya bagaimana cara penentuan jumlah ulangan yg tepat? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara langsung jumlah ulangan tidak berpengaruh dengan nyata atau tidaknya perlakuan. Karena ulangan hanya sebagai syarat untuk sah nya suatu percobaan. Percobaan tidak adak dikatakan percobaan kalau tidak ada ulangan. karena fungsi ulangan untuk mendapatkan galat percobaan.Namun biasanya semakin banyak ulangannya maka hasil percobaan semakin baik dan semakin sahih.

      Delete
  18. pak, saya mau tanya. apakah perlu mencari nilai KK terlebih dahulu untuk analisis korelasi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya tahu kita tidak harus perlu melihat nilai kk dulu untuk menganalisis korelasi.

      Delete

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.