Selamat Datang di http://abdulsyahid-forum.blogspot.com

Sabtu, 11 April 2009

Transformasi Data

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang transfomasi data.
Tujuan utama dari taransformasi data ini adalah untuk mengubah skala pengukuran data asli menjadi bentuk lain sehingga data dapat memenuhi asumsi-asumsi yang mendasari analisis ragam. Yang perlu anda perhatikan adalah data yang ditampilkan pada laporan anda tetap data aslinya sedangkan data transformasi hanya untuk membantu anda untuk membuat data asli memenuhi asumsi-asumsi analisis ragam dan biasanya diletakan di bagian lampiran.
Disini saya akan menjelaskan tiga jenis transformasi data yang sering digunakan yaitu :a) Transformasi akar, b) Tansformasi Logaritma, dan c) Transformasi Arcsin.

a) Transformasi akar
Beberapa buku ada yang menyebutnya dengan transformasi akar kuadrat. Transformasi akar digunakan apabila data anda tidak memenuhi asumsi kehomogenen ragam. Dengan kata lain transformasi akar berfungsi untuk membuat ragam menjadi homogen.
Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda. Jadi X = X’.
Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 0 – 10, maka anda gunakan transfromasi akar X + 0,5. Dan apabila nilai ragam data anda lebih kecil gunakan transformasi akar X + 1.

Transformasi akar ini dapat juga anda gunakan untuk data persentase apabila nilainya antara 0 – 30%. Jika kebanyakan nilainya adalah kecil, khususnya jika ada nilai 0, maka gunakan transformasi akar X + 0,5 daripada akar X.

Jenis transformasi ini sering digunakan pada data-data hasil pengamatan mengenai banyaknya tanaman yang abnormal, banyaknya serangga yang tertangkap oleh perangkap. Data-data yang seperti ini umumnya menyebar mengikuti pola sebaran poisson. Apa itu sebaran poisson? Disini saya tidak membahas tentang sebaran poisson karena akan saya bahas secara tersendiri kemudian. Tetapi sebagai gambaran awal sebaran poisson ini adalah sebaran dari data percobaan yang menghasilkan peubah acak X yang bernilai numerik misalnya banyak tikus sawah per hektar, banyaknya bakteri dalam suatu kultur biakan, banyaknya tanaman yang abnormal, dll, yang biasanya melibatkan jumlah n yang besar. Sebaran poisson dapat juga diartikan sebagai sebaran peluang yang kemungkinan terjadinya suatu kejadian kecil sekali terjadi atau faktor kebetulannya sangat besar.

Oke, sebagai contoh penggunaan transformasi akar ini, saya gunakan data hasil pengamatan dari percobaan pengendalian Helicoverta armigera dengan parasit Trichogrammatoide armigera pada tanaman kapas. Hasil percobaan berupa populasi H. armigera pada tanaman umur 90 hari seperti pada tabel berikut ini :


Dan hasil analisis ragam data asli adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data asli sebagai berikut :


Kemudian lakukan transformasi akar dengan rumus akar X + 0,5. Hal ini karena sebaran data tersebut kurang dari 10. Misalnya untuk data perlakuan A kelompok I, X = 3, maka hasil transformasinya adalah akar 3 + 0,5 = 3,5 = 1,87. Dan selanjutnya hingga data pada perlakuan D kelompok IV.
Berikut ini adalah data hasil transformasi akar dari data asli :


Dan hasil analisis ragam dari data transformasi adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data transformasi sebagai berikut :


Apabila kedua analisis ragam tersebut digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Anda bisa perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam, terdapat peningkatan nilai F hitung dari 22,07 menjadi 27,52. Dan apabila kedua hasil uji BNT5% digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis pengujian dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Dari tabel di atas terlihat adanya perbedaan hasil pengujian antara data asli dengan data transformasi dimana perlakuan A dan B yang tadinya tidak berbeda nyata tetapi setelah data memenuhi asumsi analisis ragam terlihat semua perlakuan berbeda nyata satu sama lainnya. Dalam hal ini tentu saja anda harus menggunakan hasil BNT pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda.

b) Transformasi Logaritma
Beberapa buku ada yang menyebutnya dengan transformasi Log X. Transformasi Logaritma digunakan apabila data anda tidak memenuhi asumsi pengaruh aditif. Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda dimana X’ = Log X. Jadi X = X’. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam penggunaan transformasi logaritma ini yaitu :
a) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai kurang dari 10 atau nilai mendekati nol, maka anda gunakan transfromasi log X + 1.
b) Apabila data anda banyak mengandung nilai nol, maka sebaiknya gunakan transformasi yang lain, misalnya transformasi akar.
c) Apabila data anda banyak mendekati nol (misalnya bilangan desimal), maka semua data dikalikan 10 sebelum dijadikan ke logaritma. Jadi X’ = log (10X). Misalnya X = 0,12 setelah di taransformasikan X’ akan menjadi X’ = log (10 x 0,12) = 0,079.

Sebagai contoh penggunaan transformasi logaritma ini, saya gunakan data hasil pengamatan dari percobaan pengendalian Helicoverta armigera dengan penyemprotan isolat virus dan bakteri pada tanaman kapas. Hasil percobaan berupa populasi H. armigera per petak seperti pada tabel berikut ini :


Dan hasil analisis ragam data asli adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data asli sebagai berikut :


Kemudian lakukan transformasi logaritma dengan rumus Log X. Misalnya untuk data perlakuan Ha NPV-Asb kelompok I, X = 20, maka hasil transformasinya adalah akar Log 20 = 1,30. Dan selanjutnya hingga data pada perlakuan Kontrol kelompok IV.
Berikut ini adalah data hasil transformasi log X dari data asli :


Dan hasil analisis ragam dari data transformasi adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data transformasi sebagai berikut :


Apabila kedua analisis ragam tersebut digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Anda bisa perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam, terdapat peningkatan nilai F hitung dari 27,84 menjadi 40,11. Dan apabila kedua hasil uji BNT5% digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis pengujian dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Dari tabel di atas terlihat adanya perbedaan hasil pengujian antara data asli dengan data transformasi dimana perlakuan Ha NPV-Asb dan Ha NPV-Tub yang tadinya tidak berbeda nyata tetapi setelah data memenuhi asumsi analisis ragam kedua perlakuan tersebut berbeda nyata. Dalam hal ini tentu saja anda harus menggunakan hasil BNT pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda.

c) Transformasi Arcsin
Beberapa buku ada yang menyebutnya dengan transformasi Angular. Transformasi Arcsin digunakan apabila data anda dinyatakan dalam bentuk persentase atau proporsi. Umumnya data yang demikian mempunyai sebaran binomial. Bentuk transformasi arcsin ini biasa disebut juga transformasi kebalikan sinus atau transformasi arcus sinus. Kalau X adalah data asli anda, maka X’ (X aksen) adalah data hasil transformasi anda dimana X’ = Arcsin X. Jadi X = X’. Namun, data dalam bentuk persentase tidak mesti harus menggunakan transformasi arcsin.
Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam penggunaan transformasi arcsin ini yaitu :
a) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 30% - 70%, tidak memerlukan transformasi.
b) Apabila data asli anda menunjukkan sebaran nilai antara 0% - 30% dan 70% - 100%, maka lakukan transformasi arcsin.
c) Apabila data anda banyak yang bernilai nol, maka gunakan transformasi arcsin akar (% + 0,5).

Sebagai contoh penggunaan transformasi arcsin ini, saya gunakan data hasil pengamatan dari percobaan lima macam fungisida A, B, C, D, dan E untuk pengendalian cendawan Rhizoctinia pada tanaman kenaf. Persentase serangan yang diamati seperti pada tabel berikut ini :


Dan hasil analisis ragam data asli adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data asli sebagai berikut :


Karena data menyebar antara 4% - 29%, maka data ditransformasi ke arcsin √ %. Misalnya untuk data perlakuan A kelompok I, X = 4 atau 0,04, maka hasil transformasinya adalah arcsin √0,04 = 11,53. Dan selanjutnya hingga data pada perlakuan El kelompok IV.
Berikut ini adalah data hasil transformasi akar dari data asli :


Dan hasil analisis ragam dari data transformasi adalah berikut ini :


Hasil pengujian BNT5% terhadap data transformasi sebagai berikut :


Apabila kedua analisis ragam tersebut digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Anda bisa perhatikan ternyata setelah data memenuhi asumsi analisis ragam, terdapat peningkatan nilai F hitung dari 35,98 menjadi 55,94. Dan apabila kedua hasil uji BNT5% digabungkan, maka akan tampak perbedaan hasil analisis pengujian dari kedua data tersebut seperti berikut ini :


Dari tabel di atas terlihat adanya perbedaan hasil pengujian antara data asli dengan data transformasi dimana perlakuan A dan B yang tadinya tidak berbeda nyata tetapi setelah data memenuhi asumsi analisis ragam kedua perlakuan tersebut berbeda nyata. Begitu juga dengan perlakuan D da E. Dalam hal ini tentu saja anda harus menggunakan hasil BNT pada data transformasi karena hasil itulah yang memberikan keadaan sesungguhnya dari percobaan anda.

Selesai. Semoga bermanfaat.



Versi pdf silahkan download disini

42 komentar:

  1. aslkm pak saya masisawa faperta, mo nanya, KK saya ada yang
    19,86,kemudian 22,21 kemudian 27,14, saya menggunakan RAL satu faktor, yang mau ditanyakan
    apakah saya harus uji normalitas atau uji homogenity,
    kemudian baru ditransformasi, tolong dijelaskan sejelas-jelasnya, kalo bisa bapak terangkan cara penggunaan
    uji normalitas dan uji homogen dengan minitab, dan mhon saran-saranya
    o iya pak tolong juga cara- cara menetukan transformasi,seprti transformasi akar,arcsin,log dll. saya mhon bapak segera balas.
    seblumnya terma kasih banyak atas bantuan bapak. semoga amal ibadah bapak dtrima Allah SWT.
    ini email saya marolmarol58@yahoo.com

    BalasHapus
  2. askm pak mhon maaf sblmnya, hanya saran, tolong pak kalo bisa disini membahas mengnai olah data dengan excel, Minitab, statsoft staitica.dll . sya suadah baca mengenai transformasi data, terima kasih banyak pak udah jelaskan. :).askm pak mau nanya ni mhn maaf sblmnya, mo tanya uji normalitas, sperti uji kolmogorov smirnov,anderson darling, ryan joiner, yang maua ditanykan kapan penggunaan uji normalitas ini digunakan mhon bapak jelaskan !!!.?. kemudian uji homogenitas , seperti uji bartlett, kapan digunakan mhon bapak jelaskan.!!!!!. seblumnya maaf dan terima kasih banyak Pak.

    BalasHapus
  3. mengenai transformasi data, menganai KK, udah bapak jelaskan terima kasih banyak, tapi uji normalitas sperti uji kolmogorov smirnov,anderson darling, ryan joiner, yang maua ditanykan kapan penggunaan uji normalitas ini digunakan mhon bapak jelaskan !!!.?. kemudian uji homogenitas , seperti uji bartlett, kapan digunakan mhon bapak jelaskan.!sblmnya terima kasih banyak Pak, saya nunggu terus jawaban bapak,mhn bapak balas.

    BalasHapus
  4. hi pak, sy cri..
    sy pny mslh ttg skripsi sya ne dan sya harap bpk dpt membantu.
    jumlah data sy 96 (24x4), tp stlh sy melakukan uji asumsi klasik datany ga normal krn byk data yg negatif. stlh ditransformasi N valid cuma ada 22, apakah msh termasuk statistik parametrik atau nonparametrik?
    var bebas: laba bersih, arus kas, dan likuiditas.
    var terikat: dividen tunai
    sy sgt berharap atas solusi yg akn bpk berikan, thanks..

    BalasHapus
  5. to: Anonim.
    Uji kenormalan dan uji kehomogenan ragam digunakan untuk melihat apakah data percobaan kita sudah memenuhi asumsi-asumsi dari analisis ragam. Dan kalau tidak memenuhi asumsi-asumsi, maka data harus ditransformasi.

    BalasHapus
  6. to. Cri.
    thanks ea udah mampir di blog saya ini. terus terang saya tidak begitu mendalami statistika dibidang ekonomi. mohon maaf untuk sementara ini saya tidak bisa menjawab.

    BalasHapus
  7. Pak kalo untuk membahaskan tidak mutlak harus menggunakan statistik, masalahnya kalo ngikutkan statistik terus bisa kacau data analisisnya,misalnya saya membahas rata2 persentase daya hidup bibit, kenudian data saya tiadak normal dan tiadk homogen, maka saya transformasi, dengan transformasi arcus sinus (arcsin/transformasi sudut), saya menggunakan transformasi arcsin, karena penilaian terhdp variabel yang saya amati dalam bentuk persen. setelah ditransformasi data rata2/rerata saya pada variabel daya hidup bibit yang besar menjadi kecil, sedangkan yang kecil menjadi besar. kan susah Pak kalo mau bahas rata2. tujuan penelitian saya untuk meelihat daya hidup bibit yang masih diatas 50%. sedangkan rerata saya ada yang 50%, setelah ditransformasi malah turun dibawah 50%. sehingga kalo ditransformasi degn arcsin malahan rerata daya hidup bibit gak ada yang menunjukan 50 %.malahan turuun, kan bingiung mau bahas rerata ??????gara2 statistik

    terus kalo ditransformasi passti ddibilang ubah data.

    memang sih Pak salah satu syarat statisstik parametrik sebaran data harus normal dan harus homogen.

    tapi utk kasus seperti saya ini bagaimana yha.!!!!!?????!???

    BalasHapus
  8. To: Anonim
    Jadi begini, data anda yg ditransformasi itu hanyalah sebagai cara untuk mengubah data tersebut agar memenuhi asumsi. Dan untuk menghitung anova. Untuk melakukan pembahasan anda harus kembali ke data awal. Jadi bukan menggunakan data yang ditransformasi.

    BalasHapus
  9. Ok Pak, gak sia - sia konsultasi sama Bapak, Bapak Is the best, lanjutkan Pak .......... thanks



    warm regards

    BalasHapus
  10. data bernilai minus bisa menggunakan rumus akar x + 0.5 gak ya pak???thamrin

    BalasHapus
  11. ass. pak saya mau tanya. dari hasil penelitian yg tlah saya lakukan, saya peroleh data yang tidak homogen. dimana banyak terdapat nilai nol menurut pembimbing skripsi saya data tersebut harus ditransformasikan dulu.. yang saya ingin tanyakan yakni bagaimana cara menentukan model transformasi yg tepat untuk data saya ini.dimana data tersebut angka-angkanya berkisar antara 0-38%

    BalasHapus
  12. Pak, mengapa data transformasi menjadi terbalik dengan data aslinya (yang besar menjadi kecil dan kecil menjadi besar). Saya menggunakan transformasi 1/akarX.

    BalasHapus
  13. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar (1/akar x). Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi1/akarx
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak,dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  14. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  15. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  16. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  17. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  18. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  19. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x

    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  20. Selamat sore pak saya mahasiswa pertanian, saya mau bertanya mengapa transformasi ini membalik hasil antara data asli dgn data transformasi? Data kecil manjadi besar dan data besar menjadi kecil. Transformasi yg digunakan adalah transformasi akar 1/akar x. Begini kasusnya pak.
    Data asli Data transformasi 1/akar x
    Klon Rata2 Akhir Klon Rata2 Akhir
    E4 1.42 b E4 0.87 a
    E5 1.17 a E5 0.98 a
    E6 1.47 b E6 0.89 a
    E7 0.78 a E7 1.23 b
    E8 1.33 b E8 0.94 a
    BNT 0.48 BNT 0.18
    Terimakasih sebelumnya pak, dan mohon jawabannya.

    BalasHapus
  21. To Anonim.
    Data hasil transformasi memang begitulah jadinya. Data hasil transformasi akan jaun berbeda dengan data aslinya. Data hasil transformasi inilah yg dianalisis selanjutnya.

    BalasHapus
  22. To Anonim yang menanyakan transformasi pada daya hidup bibit.
    Jadi begini, data asli yg anda transformasi itu hanya untuk memenuhi asumsi dari analisis ragam. jadi transformasi itu bukan utk merubah data asli yg sebenarnya. Kalau datanya dalam persen, coba dgn tranformasi akar. Coba bagaimana bedanya.

    BalasHapus
  23. pak saya mempunyai masalah dengan transform nilai uang yg minus sampe 2milyar,, klo saya liat skrispi orang di mentransform nilai -87897431000 menjadi 11.3122 dan klo diperhatikan data minus yang dia transform itu hasilnya sama semua yaitu 11.3122 walaupun nilainya berbeda misal -98457896000 tetep hasilnya 11.3122 nah klo itu gmn transformnya yah?

    BalasHapus
  24. pak saya mau tanya kalo menggunakan excel rumus arcsin seperti apa?

    ko beda dengan hasil hitungan bapa arcsin 0.04 = 11.53
    tapi kalo di excel saya hitung dengan rumus =ASIN((SQRT(0.04)) hasilnya 0.201358
    kenapa ya?
    Rumus yg salah?atau bagaimana? tolong penjelasannya...terima kasih....

    BalasHapus
  25. To: Stive_vai Bolgs.
    Kalau rumus excelnya begini :
    =ASIN(SQRT(0,04))*180/PI()
    hasilnya 11,53695909. Saya bulatkan menjadi 11,54.
    Semoga membantu.

    BalasHapus
  26. Slm kenal Pak, saya mahasiswi FAPERTA yg sdang menyelesaikan skripsi, data saya semuany (mortalitas hama) dalam bentuk persentase(0,10,20,30,40,50,60,70,80,90,dan 100 %) sebelumny saya menggunakan rumus ARCSIN akar x+0.5 dengan rumus excel sbb = ASIN(SQRT((0/100)+0.5))) apakah benar rumus yg saya gunakan pak ? karena ketika saya memasukan nilai x dari 0-50% hasil nya bisa didapat… namun ketika saya memasukan data x (dari 60% s/d 100%) hasilny #NUM! (dihitung dengan kalkulator pun hasil ny Math error) Mohon penjelasannya pak…Terimakasih byk

    BalasHapus
  27. sangat dimohon penjelasan ny dengan cepat pa, pertanyaan saya sebelumny diatas mengenai rumus untuk trazransformasi data persensentase . Terimakash

    BalasHapus
  28. To Anonim:
    Rumusnya adalah: =(ASIN(SQRT((X+0,5))*180/PI()
    Tapi dalam mentransformasi data, harus dilihat dulu datanya. Formula ini digunakan jika data anda banyak nolnya. Kalau data anda adalah antara 30% - 70% gunakan formulasi ini: =ASIN(SQRT(X))*180/PI()

    BalasHapus
  29. To anonim:
    Ralat: Maksud saya antara 70% - 100%, bukan 30% - 70%.

    BalasHapus
  30. lanjutan......

    data saya beragam pak, dari 0%, 10%, 20%, sampai 100%.

    jika saya memasukan data(0%,10%,20%,30%,40%,50%) ke dalam rumus=(ASIN(SQRT((X+0,5))*180/PI()
    hasil ny akan sama dengan saya memasukan data (50%,60%,70%,80%,90%,100%) kedalam rumus =ASIN(SQRT(X))*180/PI()

    apakah saya harus memakai kedua rumus itu pak atau bagaimana? mohon penjelasannya...terimakasih

    BalasHapus
  31. To Anonim (Kalau boleh namanya siapa & dari mana)
    Data hasil pengamatannya apakah sudah diperiksa asumsi kehomogenan ragamnya?

    BalasHapus
  32. mhon maaf saya Ratu pa, dari UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

    datany heterogen pa,,dari 0%,10%,20% sampai 100%.... CV nya sampai 120% pa...saya jadi bingung pa...dengan rumus transformasi data tersebut.....mohon penjelasannya....penjelasan dari bapak akan sangat membantu saya...terimakasih

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  34. Salam...bila kontrolnya=0, data tertinggi 390, transformasi mana yg kita pakai ? tq

    BalasHapus
  35. salam kenal pak.. saya geulis mhswi faperta ..

    saya punya masalah dgn data penelitian saya..
    data asli tidak homogen namun stlah sy transformasi dg akar hasilnya tidak juga hmogen.. langkah apa yang harus sy lakukan pak ??

    karena skripsi sy terhambat gr2 1 data itu.. terimaksih pak :)

    BalasHapus
  36. Numpang tanya Pak, kalau transformasi arcsin nanti interpretasinya koefisien dalam regresinya seperti apa ya Pak?
    terimakasih

    BalasHapus
  37. terima kasih ya mas
    alhamdulillah kali ada postingan ini..
    sudah satu bulan saya nyari gmn cara transformasi data..
    mudah2an mas sukses selalu
    amiiin

    BalasHapus
  38. mau tany admin.....lo data yg akan di transformasi itu akn sy transformasi pake logaritma...berarti pd saat sy masukan ke prgram matlab itu datany hrs yg sdh di log kn dulu bukn ? Trs langkah selanjutnya di transformasi log trhdp x ato y ato keduany ? Oh iy sblm ditransformasi berarti datany hrs di uji kenormalanny dulu nda ? Trs cr merubah data asli ke logaritma di excel gmn rumusny ?
    mohon bantuanny...thanks...

    BalasHapus
  39. mf pak, saya fadlilah ingin bertanya, apabila data yang sudah ditransformasi maka data yang untuk di uji adalah data transformasi, dan untuk pembahasan adalah dat aslikan ya pak. nah pertanyaan saya adalah apakah yang digunakan dalam pembahasan nilai rata-rata data asli atau nilai rata-rata data transformasi balik? bagaimana dengan standar deviasi dari data asli yang tidak normal, masihkah bisa untuk digunakan sebagai pembahasan? tolong penjelasannyasegerapak, terima kasih.

    BalasHapus

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.