Tuesday, May 5, 2009

Percobaan Faktorial

Percobaan Faktorial
Oleh : Abdul Syahid

Oke, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang percobaan faktorial.
Beberapa kelebihan Percobaan Faktorial adalah :
1) Dibandingkan dengan percobaan tunggal percobaan factorial lebih efisien dalam hal pendayagunaan waktu, alat, bahan, tenaga kerja, dan modal yang tersedia dalam mencapai semua sasaran percobaan-percobaan faktor tunggal sekaligus.

2) Oleh karena setiap tingkat faktor A diterapkan terhadap setiap tingkat faktor B dan sebaliknya, maka setiap tingkat faktor A atau B akan terulang pada semua tingkat faktor lainnya (A atau B) yang disebut dengan ulangan tersembunyi, sehingga dalam percobaan faktorial ini, semua tingkat faktor A atau B akan diulang sebanyak r ulangan riel dan n ulangan tersembunyi. Hal ini akan meningkatkan darajat ketelitian pengamatan terhadap pengaruh faktor perlakuan dalam percobaan.

3) Dapat mengetahui pengaruh bersama (interaksi) terhadap data hasil percobaan.

Rekomendasi Percobaan Faktorial
Target utama dari percobaan faktorial adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi, karena hasil pengamatan dan pengujian terhadap hasil pengaruh interaksi ini manjadi dasar dalam membuat rekomendasi tentang “apakah faktor-faktor utama harus diterapkan bersama agar produktivitas lebih baik atau tidak?”. Ada 4 (empat) rekomendasi yang dapat dibuat, yaitu :
1) Jika Faktor A dan B berpengaruh tidak nyata, tetapi interaksi nyata, maka rekomendasi hasil percobaan adalah menyarankan agar kedua faktor A dan B harus diterapkan bersama-sama atau jangan sampai terpisah atau salah satu saja kerena dapat berakibat buruk terhadap produktivitas. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pengaruh positif ke dua faktor tersebut saling tergantung atau saling mempengaruhi pengaruh masing-masing terhadap hasil percobaan.

2) Jika faktor utama A dan B kedua-duanya berpengaruh nyata, sedangkan pengaruh interaksinya berpengaruh tidak nyata, maka rekomendasi hasil percobaan menyarankan agar faktor A dan B diterapkan secara terpisah atau salah satu saja. Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi faktor A dan faktor B sama saja atau bersifat antagonis (saling menekan pengaruh masing-masing) sehingga akan merugikan jika diterapkan bersama-sama.

3) Jika faktor utama A nyata sedangkan pengaruh faktor B tidak nyata atau sebaliknya, dan interaksi tidak nyata, maka rekomendasi hasil percobaan adalah menyarankan agar penerapan faktor A saja jika A yang nyata atau B saja jika B yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa faktor yang tidak nyata tidak perlu diterapkan, karena tidak akan meningkatkan produktivitas.

4) Jika salah satu faktor (misalnya A) dan interaksinya (AB) berpengaruh nyata, sedangkan faktor lain (B) tidak nyata, maka rekomendasinya adalah menyarankan agar penerapan faktor A saja atau kombinasi A dan B. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor B pengaruhnya ditingkatkan oleh faktor A. Pada kondisi ini interaksi adalah pengaruh peningkatan faktor A terhadap pengaruh B.

Pengaruh Sederhana, Utama, dan Interaksi
Pemahaman tentang pengaruh sederhana, pengaruh utama, dan pengaruh interaksi dalam percobaan faktorial wajib anda ketahui sebelum anda menggunakan percobaan faktorial ini.
Misalkan kita ingin mempelajari pengaruh faktor pemupukan N (Faktor A) yang terdiri dari dua level, yaitu: 0 kg.ha-1 (a1) dan 60 kg.ha-1 (a2). Dan Faktor varietas (Faktor B), yang terdiri dari varietas X (b1) dan varietas Y (b2). Dengan demikian kita berhadapan dengan percobaan faktorial 2x2, yang berarti ada 4 kombinasi perlakuan yang dicobakan, yaitu: a1b1, a1b2, a2b1, dan a2b2. Data hasil tanaman (kwintal.ha-1) adalah sebagai berikut:


Berdasarkan data pada tabel di atas, kita dapat menghitung besarnya pengaruh sederhana (simple effects), pengaruh utama (main effects), dan pengaruh interaksi (interactions effects) sebagai berikut:
1)Pengaruh sederhana (simple effects), yaitu pengaruh suatu faktor tertentu pada taraf tertentu dari faktor lain. Jadi dalam hal ini :
a) Pengaruh sederhana faktor A pada taraf b1 = a2b1 – a1b1 = 40 – 10 = 30. Berarti pengaruh faktor pemupukan pada varietas X sebesar 30 ku.ha-1.
b) Pengaruh sederhana faktor A pada taraf b2 = a2b2 – a1b2 = 55 – 15 = 40. Berarti pengaruh faktor pemupukan pada varietas Y sebesar 40 ku.ha-1.
c) Pengaruh sederhana faktor B pada taraf a1 = a1b2 – a1b1 = 15 – 10 = 5. Hal ini berarti pengaruh faktor varietas tanpa pemupukan sebesar 5 ku.ha-1.
d) Pengaruh sederhana faktor B pada taraf a2 = a2b2 – a2b1 = 55 – 40 = 15. Hal ini berarti pengaruh faktor varietas pada pemupukan 60 kg.ha-1 sebesar 15 ku.ha-1.

2) Pengaruh Utama (main effects), merupakan rata-rata dari pengaruh sederhana.
a) Pengaruh Utama Faktor A :


Berarti pengaruh faktor pemupukan N sebesar 35 ku.ha-1.

b) Pengaruh Utama Faktor B :


Selengkapnya silahkan DOWNLOAD DI SINI

16 comments:

  1. askm pak, tolong saya, agar bapak membahas semua tentang regresi, polinomial,linear,tentang hubungan, nonlinear,,regreasi berganda,dan tentang peramalan,regressi kuadratik, biasanya uji lanjut setelah uji BNJ,kmudian dilanjutkan analisis regresi, tolong saya pak saya kurang mengerti tentang regresi .saya tunggu pak sblumnya terima kasih

    ReplyDelete
  2. To Anonim,
    'Alaikumussalam, wr, wb. Ya dalam waktu dekat ini akan saya jelaskan tentang regresi linear dan kuadratik dengan metode ortogonal polynomial.

    ReplyDelete
  3. ok pak saya tunggu, masalahnya, Uji lanjut saya selain pake BNJ dilanjutkan harus pake regresi korelasi, dan menggunakan peramalan(forecast)metode peramalan sederhana,
    sblumnya terima kasih banyak pak.

    ReplyDelete
  4. Pak, Saya minta ijin untuk mendownload N copy bahan dari blog bapa sebagai tambahan penyusunan buku sebagai tugas saya. terima kasih ya pakk!!! Tuhan Memberkati anda dan kita semua. Mahasiswa teknik Industri

    ReplyDelete
  5. To Anonim.
    Silahkan aja, asal dicantumkan sumbernya dari blog ini, maaf ea, karena ini adalah bagian dari etika kita bersama dalam mengambangkan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  6. pa saya minta ijin mengcopy bahan dari blog bapa.. untuk tugas matkul saya..tentu saja mencantumkan sumbernya dari blog ini termiakasih pa.. :)

    ReplyDelete
  7. makasi pak atas informasinya tapi bisa lagi kita carikan jawabannya mengapa hasil percobaan faktorial disebut informasi yang diperoleh lebih komperhensif

    ReplyDelete
  8. To Anonim:
    Ketika kita melakukan percobaan dengan percobaan faktorial, tentu akan ada dua atau lebih jenis perlakuan yang kita teliti. Hal ini tentunya kita bisa mempelajari lebih dari satu jenis perlakuan saja. Artinya lebih banyak informasi hasil percobaan yang akan kita peroleh. Pada percobaan faktorial, kita tidak hanya akan memperoleh informasi tentang pengaruh tunggal pada masing-masing jenis perlakuan, tetapi juga kita akan mengetahui bagaimana peengaruh interaksi dari perlakuan-perlakuan tersebut.
    Bandingkan jika anda hanya melakukan percobaan dengan faktor tunggal.

    ReplyDelete
  9. pak bagaimana jika interkasi,faktor a dan faktor b tidak berbeda nyata, dan apa sebab dari galat yang besar pada RAK faktorial????mohon jawabanya...terima kasih sebelumnya

    ReplyDelete
  10. To Anonim:
    Jika interaksi, faktor a dan faktor b tidak berpengaruh nyata, ini berarti semua perlakuan baik yang berinteraksi maupun masing-masing faktor tunggalnya memberikan respons yang sama terhadap peubah yang diamati.
    Banyak faktor yang menyebabkan galat menjadi besar pada suatu percobaan termasuk pada Rak Faktorial. Di antaranya diakibatkan kekurang telitian kita dalam mengukur peubah (sembarangan). Juga bisa disebabkan adanya faktor di luar faktor perlakuan kita yang tidak bisa kita kendalikan misalnya faktor cuara/iklim yg tidak sesuai (Khusus penelitian di bidang pertanian).
    Semoga membantu.

    ReplyDelete
  11. untuk penelitian 2 faktor ini,sebelum kita masuk ke uji BNT harus lakukan uji apa dulu?homogenitas variansi kemudian anova 2 arah,bisa atau tidak?makasih

    ReplyDelete
  12. pak saya mau tanya.jika faktornya cuma satu gmn??? saya jadi bingung dg tebel rencana penelitian saya..terima kasih

    ReplyDelete
  13. Pak saya mau bertanya, saya melakukan penelitian terhadap kelas eksperimen dan kontrol, kemudian saya memiliki hipotesis ke empat dimana μAIB2 < μA2B2, kemudian saya uji pakai uji turkey dan hasilnya hipotesis nya diterima tapi kenapa kalau dilihat dari aspek rata2 nya bahwa A1B2 > A2B2, padahalkan jika digabungkan nilai kelas eks A1 lebih besar dari pada nilai kela kontrol A2. hal ini bagaiamana penjelasannya yah pak? terima kasih

    ReplyDelete
  14. assalamualaikum pak saya ingin tanya, penelitian saya menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial, setelah diuji ternyata yg memberikan pengaruh hanya satu faktor saja pak? yg saya tanyakan bagaimana uji lanjutnya dgn menggunakan bnj pak terima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.