Friday, May 22, 2009

TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA)

TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA)
Oleh : Abdul Syahid, SP., MP

Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa Yunani: sperma)
Ciri tumbuhan biji secara umum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan biji juga memiliki alat perkembangbiakan yang tampak jelas berupa bunga. Hasil perkembangbiakan secara seksual adalah zigot yang kemudian akan berkembang menjadi embrio. Zigot merupakan hasil peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Embrio tersimpan dalam biji yang nantinya menjadi individu baru. Biji dibungkus oleh kulit selaput biji.
Klasifikasi tumbuhan biji dapat dirunut dari pengelompokkan tumbuhan berdasarkan ada dan tidak adanya pembuluh, dimana tumbuhan dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) dan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Tumbuhan tidak berpembuluh, meliputi tumbuhan lumut, alga atau ganggang, jamur atau fungi, dan bakteri. Sedangkan tumbuhan berpembuluh terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan biji (Spermatophyta). Tumbuhan biji (Spermatophyta) terdiri dari gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Angiospermae terdiri dari dua kelas yaitu dikotil dan monokotil. Divisi tumbuhan biji yang terdiri dari dua anak divisi yaitu: Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae).
Tumbuhan biji yang sekarang ada di muka bumi kita ini meliputi lebih kurang 170.000 jenis tumbuhan, atau lebih dari separoh jumlah flora dunia yang ditaksir seluruhnya meliputi lebih kurang 300.000 jenis tumbuhan.


Divisi tumbuhan biji yang terdiri dari dua anak divisi yaitu: Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) dapat dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut:


Lanjutan


Gymnospermae (Tumbuhan Biji Terbuka)
Gymnospermae disebut sebagai tumbuhan yang memiliki biji terbuka karena bijinya tidak dilindungi oleh endosperm (bakal buah). Struktur tubuh gymnospermae seperti akar, batang, dan daun telah sempurna. Tumbuhan ini berakar tunggang. Batang tumbuh tegak bercabang-cabang. Batangnya bertipe monopodial, artinya memiliki cabang yang mudah dibedakan dari batang utamanya. Batang dan akar gymnospermae dapat tumbuh membesar karena memiliki kambium. Tumbuhan yang termasuk golongan gymnospermae ini melulu terdiri atas tumbuh-tumbuhan yang berkayu dengan bermacam-macam habitus (perawakan). Bagian kayunya berasal dari berkas-berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka yang pada penampang melintang batang tersusun dalam suatu lingkaran, dan karena adanya kambium memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder. Dalam xilem tidak terdapat pembuluh-pembuluh kayu, melainkan hanya trakeida saja dan di dalam bagian floem berlainan dengan tumbuhan biji tertutup (angiospermae) tidak terdapat sel-sel pengiring.

Daun mempunyai bentuk yang bermacam-macam, kaku dan selalu hijau dengan di dalamnya berkas-berkas pengangkutan yang tidak bercabang atau bercabang menggarpu.


Gambar strobilus (runjung) jantan (a), runjung betina (b), dan runjung yang telah masak (c) pada pinus.

Pada umumnya tumbuhan biji terbuka belum memiliki bunga. Organ yang berfungsi sebagai bunga disebut strobilus atau runjung. Runjung jantan merupakan penghasil serbuk sari, sedangkan runjung betina menghasilkan sel kelamin betina. Beberapa jenis tumbuhan biji terbuka, runjung jantan dan runjung betina terdapat pada pohon yang berlainan, sehingga dikenal dengan pohon jantan dan pohon betina, contohnya pakis haji (Cycas rumphii). Pada beberapa jenis lain, runjung jantan dan runjung betina terdapat dalam satu pohon yang sama tetapi terletak pada ranting yang berlainan, contohnya pinus (Pinus merkussi).
Penyerbukan pada gymnospermae terjadi dengan bantuan angin (anemogami). Bakal biji terlindung oleh kulit biji saja dan tidak terlindung oleh daun buah yang menyatu menjadi putik, sehingga disebut tumbuhan biji terbuka.
Tumbuhan gymnospermae dikelompokkan ke dalam tujuh kelas yaitu Pteridospermae, Cycadinae, Bennettinae, Cordaitinae, Ginkyoinae, Gnetinae, dan Coniferinae. Contoh tumbuhan gymnospermae yang lain yaitu melinjo (Gnetum gnemon), damar (Agathis alba).

Angiospermae (Tumbuhan Biji Tertutup)
Tumbuhan biji tertutup merupakan tumbuhan yang bakal bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang dinamakan bakal buah, yang kemudian kadang-kadang berserta bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang telah menjadi biji terdapat di dalamnya. Karena tempat bakal biji yang tersembunyi itu serbuk sari tidak dapat secara langsung sampai pada bakal biji, melainkan mula-mula jatuh di luar bakal buah, pada suatu alat (organ) yang disebut kepala putik yang biasanya dengan bakal buah bersambungan dengan tangkai kepala putik. Bakal buah, tangkai kepala putik, dan kepala putik merupakan suatu alat yang dinamakan putik. Serbuk sari yang jatuh ke kepala putik lalu tumbuh merupakan buluh serbuk yang terus menuju ke bakal biji dan berguna sebagai perantara untuk menyampaikan sel kelamin jantan kepada sel kelamin betina. Sehabis peleburan dengan salah satu inti sperma, terjadilah embrio. Inti sperma yang kedua mengadakan peleburan dengan inti kandung lembaga sekunder yang nantinya akan merupakan putih lembaga sekunder. Peristiwa inilah yang dinamakan pembuahan ganda.


Gambar putik dan bagian-bagiannya.

Tumbuhan biji tertutup memiliki organ tubuh, seperti akar, batang, dan daun sejati. Akar tumbuhan ini selain berfungsi untuk menyerap unsur hara juga berfungsi untuk menegakkan batang. Sistem perakarannya ada yang serabut ada yang tunggang. Batangnya ada yang lunak ada yang keras berkayu. Pada tumbuhan tertentu batangnya ada yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Bentuk daun relatif tipis, lebar, dan struktur uratnya sangat bervariasi.

Klasifikasi tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan biji tertutup yang sekarang masih ada meliputi ± 170.000 jenis, terbagi dalam lebih 10.000 marga, yang seluruhnya tercakup dalam lebih dari 300 suku. Tumbuhan biji tertutup dibedakan ke dalam dua kelas, yang masing-masing diberi nama menurut jumlah daun lembaga (cotyledon), yaitu:
1. Kelas tumbuhan dikotil atau tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae atau Dicotylae), yang anggota-anggotanya mempunyai biji dengan lembaga yang memiliki 2 daun lembaga.
2. Kelas tumbuhan monokotil atau tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae atau Monocotylae), yang anggota-anggotanya mempunyai biji dengan lembaga yang hanya memiliki satu daun lembaga.

Kedua kelas itu dapat dikenal berdasarkan ciri-ciri seperti termuat pada tabel berikut:


Lanjutan






Perkecualian atau penyimpangan dari sifat-sifat tersebut di atas dapat kita jumpai baik pada dikotil maupun pada monokotil, dalam arti bahwa di antara warga dikotil ada yang mempunyai sifat-sifat seperti terdapat pada tumbuhan monokotil, sebaliknya di antara warga monokotil ada pula yang mempunyai sifat-sifat dikotil, misalnya pada warga Piperaceae (contohnya Lada) yang tergolong dalam dikotil, tidak mempunyai akar tunggang dan tulang-tulang daunnya melengkung. Pada warga Palmae yang tergolong monokotil terdapat daun-daun yang bertulang menjari atau menyirip.

Tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae)
Tumbuh-tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini meliputi terna, semak-semak, perdu maupun pohon-pohon yang mempunyai ciri-ciri morfologi dan anatomi sebagai berikut:

Ciri-ciri morfologi:
1. Mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (berbiji belah) dan akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang khusus.
2. Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok (akar tunggang) yang bercabang-cabang dan membentuk sistem akar tunggang.
3. Batang berbentuk kerucut panjang, biasanya bercabang-cabang dengan ruas-ruas dan buku-buku yang tidak jelas.
4. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang-kadang saja berseling.
5. Daun tunggal atau majemuk, seringkali disertai oleh daun-daun penumpu, jarang mempunyai pelepah, helaian daun bertulang menyirip atau menjari.
6. Pada cabang-cabang ke samping seringkali terdapat 2 daun pertama yang letaknya tegak lurus pada bidang median di kanan kiri cabang tersebut.
7. Bunga bersifat di-, tetra-, atau pentamer.


Ciri-ciri anatomi:
1. Baik akar maupun batang mempunyai kambium, hingga akar dan batangnya memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder.
2. Pada akar sifat radial berkas pengangkutnya hanya nyata pada akar yang belum mengadakan pertumbuhan menebal.
3. Pada batang berkas pengangkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar, di antaranya terdapat kambium, jadi berkas pengangkutannya bersifat kolateral terbuka, kadang-kadang bikolateral.

Klasifikasi tumbuhan dikotil (Dicotyledoneae)
Tumbuhan dikotil terbagi ke dalam tiga anak kelas utama yaitu Apetalae (Monochlamydeae), Dialypetalae, dan Sympetalae. Masing-masing Anak kelas tersebut meliputi beberapa bangsa, seperti pada tebel berikut:

Anak kelas Apetalae (Monochlamydeae):


Lanjutan


Lanjutan


Keterangan: *berperanan penting bagi manusia

Anak kelas Dialypetalae:


Lanjutan


Lanjutan


Lanjutan


Lanjutan


Keterangan: *berperanan penting bagi manusia

Anak kelas Sympetalae:


Lanjutan


Keterangan: *berperanan penting bagi manusia

Tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae)
Tumbuh-tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini meliputi terna, semak-semak, perdu maupun pohon-pohon yang mempunyai ciri-ciri morfologi dan anatomi sebagai berikut:

Ciri-ciri morfologi:
1. Berupa terna, semak, atau pohon yang mempunyai sistem akar serabut, batang berkayu atau tidak, biasanya tidak atau tidak banyak bercabang-cabang, buku-buku dan ruas-ruas kebanyakan tampak jelas.
2. Daun kebanyakan tunggal, jarang majemuk, bertulang sejajar atau bertulang melengkung, duduknya berseling (mengikuti rumus 1/2) atau membentuk rozet.
3. Pada waktu perkecambahan sarung yang merupakan pelindung tadi akan tertembus oleh organ yang dilindunginya.

Ciri-ciri anatomi:
1. Akar mempunyai struktur yang terdiri atas jaringan-jaringan primer saja.
2. Akar tidak berkambium, sehingga akar tidak bertambah besar, tidak ada pembentukan jaringan baru, sehingga tetap mempunyai struktur yang primer.
3. Batang tidak mempunyai kambium, sehingga pada batang pun hanya terdapat jaringan-jaringan primer saja, dan setelah batang mencapai ukuran tertentu batang tidak dapat bertambah besar lagi.

Klasifikasi tumbuhan monokotil (Monocotyledoneae)
Tumbuhan monokotil terbagi ke dalam beberapa bangsa yaitu Bangsa Helobiae (Alismatales), Bangsa Triuridales, Bangsa Farinosae (Bromeliales), Bangsa Liliiflorae (Liliales), Bangsa Cyperales, Bangsa Poales (Glumiflorae), Bangsa Zingiberales (Scitaminae), Bangsa Gynandrae (Orchidales), Bangsa Arecales (Spadiciflorae), dan Bangsa Pandanales. Masing-masing bangsa tersebut mempunyai suku, marga, dan jenis seperti pada tabel berikut:


Lanjutan


Lanjutan


Keterangan: *berperanan penting bagi manusia

Daftar Pustaka

1. R.D. Vidyarthi and S.C. Tripathi. 2002. A Texbook of Botany. S. Chand & Company Ltd. Ram Nagar, New Delhi. India.

2. Gembong Tjitrosoepomo. 2005. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Cetakan ke-8. Gadjah Mada University Press. Jogyakarta.

3. Supraptono Djajadirana. 2000. Kamus Dasar Agronomi. Cetakan pertama. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.