Wednesday, June 10, 2009

Split Splot Design

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Split Splot Design atau sering disebut juga Rancangan Petak Terpisah atau Rancangan Petak Terbagi. Split Splot Design merupakan percobaan faktorial atau dengan kata lain setiap percobaan yang menggunakan split splot design pasti faktorial, tetapi setiap percobaan faktorial tidak selalu split splot design. Rancangan ini digunakan bagi percobaan-percobaan yang dimaksudkan untuk menyelidiki pengaruh-pengaruh utama dan interaksi dengan derajad ketelitian yang tidak sama.
Faktor dengan derajad ketelitian yang lebih rendah disebut sebagai faktor utama (main plot faktor), sedangkan faktor dengan ketelitian yang lebih tinggi disebut faktor anak petak (sub plot faktor). Rancangan ini dapat diaplikasikan pada semua rancangan lingkungan (RAL, RAK, dan RBSL).
Beberapa kondisi yang memungkinkan diterapkannya rancangan split plot design adalah sebagai berikut :
1. Derajat Ketepatan
Misalnya suatu penelitian ditujukan untuk menilai 10 varietas kedelai dengan tiga taraf/level pemupukan dalam suatu percobaan faktorial 10 x 3, apabila si peneliti mengharapkan ketepatan lebih tinggi bagi perbandingan varietas kedelai daripada untuk respons pemupukan. Dengan demikian, si peneliti akan membuat varietas sebagai faktor anak petak dan pemupukan sebagai faktor petak utama.
Akan tetapi, seorang agronomis yang mempelajari respons pemupukan 10 varietas kedelai yang dikembangkan oleh si peneliti mungkin akan menginginkan ketepatan yang libih tinggi untuk respons pemupukan daripada untuk varietas, dan akan menempatkan varietas pada petak utama dan pemupukan pada anak petak.

2. Ukuran Nisbi Mengenai Pengaruh Utama
Apabila pengaruh utama salah satu faktor diharapkan lebih besar dan lebih mudah dilihat daripada faktor lainnya, maka salah satu faktor tersebut dapat ditempatkan sebagai petak utama, dan faktor yang lain sebagai anak petak.
Misalnya kita ingin meneliti jarak tanam pada beberapa varietas tanaman. Dari percobaan-percobaan terdahulu sudah diketahui informasi tentang varietas tersebut antara lain potensi produksinya. Sedangkan dalam percobaan ini ingin diketahui lebih mendalam tentang pengaruh jarak tanam pada beberapa varietas tersebut, maka dalam percobaan semacam ini digunakan RPT. Varietas diperlakukan sebagai faktor petak utama (main plot faktor), sedangkan jarak tanam diperlakukan sebagai faktor anak petak (sub plot faktor), karena mengharapkan pengaruh perlakuan jarak tanam lebih besar daripada faktor perlakuan varietas.

3. Praktek Pengelolaan
Penempatan perlakuan sebagai petak utama dilakukan berdasarkan pertimbangan praktis di lapangan.
Misalnya dalam suatu percobaan untuk menilai penampilan beberapa varietas padi dengan berbagai taraf pemupukan, si peneliti mungkin menempatkan petak utama untuk pemupukan guna memperkecil keperluan pemisahan petakan yang memerlukan taraf pemupukan yang berbeda. Contoh lain pada kasus percobaan yang melibatkan cara pengolahan lahan (cangkul, bajak, traktor) dengan berbagai jenis varietas. Dimana cara pengolahan lahan ditempatkan sebagai petak utama dan jenis varietas sebagai anak petak.


Pengacakan dan Tata Letak
Misalkan suatu penelitian bertujuan untuk membandingkan respons beberapa varietas kedelai pada berbagai jenis pengolahan tanah. Apakah ada perbedaan respons varietas untuk tanah yang diolah dengan dibajak sapi, hand traktor, dan tanpa diolah (zerro tillage). Dengan keadaan seperti ini, karena menggunakan hewan ternak untuk menarik bajak dan hand traktor, maka memerlukan petakan yang luas untuk perlakuan jenis pengolahan tanah. Pengujian respons varietas kedelai ditempatkan untuk tiap pengolahan tanah yaitu pada tanah yang dibajak sapi, dibajak dengan hand tractor, dan tanpa olah tanah. Dalam percobaan ini jenis pengolahan tanah (dibajak sapi, hand traktor, dan tanpa olah tanah) ditempatkan sebagai petak utama, dan macam varietas kedelai sebagai anak petak. Percobaan diulang tiga kali. Prosedur pengacakan dan tata letak adalah sebagai berikut :
Selengkapnya silahkan DOWNLOAD DI SINI

27 comments:

  1. aslm...

    Saya mau tanya pak, gimana cara menghitung pada uji BNJ, db nya tidak ada dalam tabel, misalnya 45 dengan ulangan 3,
    terimakasih... ^^

    ReplyDelete
  2. To Anonim,
    Pada tabel nilai jujur (tabel q), Apabila db galatnya 45, maka ambil db galat yg paling mendekati, dalam hal ini db galat=40.

    ReplyDelete
  3. gimana estimasi parameter untuk rancangan petak terpisah (Split Plot design)? Terimakasih

    ReplyDelete
  4. To. Anonim.
    maaf saya kurang mengerti pertanyaannya.

    ReplyDelete
  5. pak saya mau nanya....
    misal kalo mau buat alat pengering dengan tenaga biomass dengan menggunakan limbah dri kopi seperti kulit luar kopi, kulit tanduk, kayu dri pohon kopi, dan kombinasi kayu kopi dan solar...
    jenis limbah kopi tadi berasl dari daerah yang beda-beda.... kalo ini pake rancangan apa pak ?? rancangan acak kelompok atau spit plot..... mohon jawabannya... trims

    ReplyDelete
  6. to: Alma
    Kalau memang kondisi bahan percobaan seperti kopi atau bagian dari kopi tersebut tidak sama antar daerah dimana bahan percobaan itu diambil, maka gunakan perbedaan daerah tempat pengambilan bahan percobaan itu sebagai dasar pengelompokan, jadi gunakan saja RAK. Tapi harus diingat bahwa yg menjadi dasar pengelompokkan itu bukan faktor yg diteliti.

    ReplyDelete
  7. pak saya mau tanya,
    apakah memiliki materi tentang metode satterthwaite untuk menduga data hilang?
    mohon infonya...terimakasih...

    ReplyDelete
  8. Arifianti
    pak saya kesulitan tentang penggunaan RAK dengan waktu yang tidak sama,maksudnya penelitian saya ada 9 kali pengulangan karena keterbatasan tempat saya harus membaginya menjadi dua shift yaitu pada bulan pertama dan kedua. bagaimana mengatasinya pak?

    ReplyDelete
  9. pak mau tanya, kalo diterapkan pada RBSL itu gimana? terus faktor yang dijadikan petak utama itu yang bagaimana?

    ReplyDelete
  10. aslm. pak saya mau tanya.. pada percobaan petak terbagi di anova tertulis tidak berbeda nyata... tetapi setelah saya coba..uji lanjut dengan bnt.. kok kodex berubah bahkan a-e.. mestinya kalau tidak berbeda nyata kan kodenya tidak berubah mohon diberi penjelasan kenapa bisa begitu

    ReplyDelete
  11. To Fitri:
    Maaf saya tidak punya materi tentang satterhwaite.

    ReplyDelete
  12. To Nadine:
    Bisa saja jika ingin diterapkan dalam rancangan bujur sangkar latin. Dan yang menjadi petak utama adalah faktor perlakuan yang Nadine anggap kurang penting atau perlakuan yang sudah jelas pengaruhnya.

    ReplyDelete
  13. To Rifki:
    Pada akhirnya yang kita lihat adalah pada hasil pengujian analisis ragamnya. Jika hasil analisis ragamnya tidak berpengaruh nyata berarti semua perlakuan yang kita berikan itu sama pengaruhnya terhadap respons yang diamati meskipun dari hasil mencoba hitung uji BNT terdapat kode huruf yang berbeda-beda, hal itu tidak ada artinya.

    ReplyDelete
  14. terimakasih pak abdulsyahid atas pencerahannya

    ReplyDelete
  15. om ajarin cara menguji asumsi2nya donk... untuk split plot rak... trus kalo asumsi g terpenuhi kan harus transformasi, itu penjelasanya gmana?

    ReplyDelete
  16. gunakan ajah aplikasi statistik sperti Dsaastat spss dan lain sebagainya,,.smuanya bisa teratasi

    ReplyDelete
  17. bro kalo rancangan petak terbagi dalam tempat gimana..?

    ReplyDelete
  18. maaf pak ini saya mahasiswa bdp unpar mau nanya maksud dari rumus mencari galat baku untuk anak petak pada petak utama yang sama, gimana ya pak? trus kalau hasil analisis ragam berbeda nyata pada faktor A dan faktor B tetapi tidak nyata pada interaksi gimana rums galat bakunya pak. terimakasih

    ReplyDelete
  19. Kl uji lanjutnya dengan DMRT, bagaimana caranya pak, kan kl uji DMRT nilai pembandingnya beda-beda untuk setiap perlakuan yang dibandingkan.. mksih pak!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya kesulitan mengerti ttg soal split plot yg 2 faktorial..bisa share contoh soal & penyelesaiannya pak..?

      Delete
  20. mau nanya untuk menentukan interksi p dan q gimana ya

    ReplyDelete
  21. Terima kasih buat ulasan nya pak, sangat menolong saya dalam pemilihan rancangan penelitian S1 saya.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya di blog saya ini ya mas. Semoga bermanfaat.

      Delete
  22. Apabila utk uji lanjut dmrt pd split plot seperti apa ya pak, saya bingung krna ada 2 galat perlakuan ...

    ReplyDelete
  23. maaf pak saya mau tanya bagaimana sih contoh bentuk soal split plot ral, apakah setiap soal yang menyatakan ulangan itu termasuk ke dalam split plot rak

    ReplyDelete

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.