Selamat Datang di http://abdulsyahid-forum.blogspot.com

Kamis, 04 Juni 2009

Virus dan Bakteri

VIRUS DAN BAKTERI

1. Sejarah Virus
Virus sebenarnya tidak termasuk ke dalam lingkup botani maupun zoologi, melainkan adalah suatu bentuk makhluk hidup tersendiri yang hingga kini belum diberi kingdom oleh para ahli biologi. Disebabkan keberadaannya sering menimbulkan masalah, baik pada tumbuhan maupun hewan, maka ketika dibahas ilmu tentang tumbuhan ataupun hewan, virus diikutsertakan.

Lingkup botani sebenarnya hanyalah sebagai berikut :


Virus (Latin : virus = racun), merupakan nama yang mula-mula diberikan oleh Louis Pasteur (abad ke-19). Bermula dari Mayer (1886) membuat “juice” dari tanaman tembakau yang sakit, lalu “juice” tersebut sengaja diinfeksikan ke tanaman tembakau yang sehat, maka tanaman tembakau yang sehat ikut menjadi sakit, sehingga disebutlah penyebab penyakit mosaic pada tembakau ini dengan sebutan tobacco mosaic virus (TMV). Ivanovski (1892) adalah orang yang pertama kali memberikan bukti-bukti terbatas tentang virus.

Adapun virus yang menyerang bakteri diungkapkan pertama kali oleh Twort (Inggris, 1915) dan diberi nama “bacteriophage” oleh d’Herelle (Prancis, 1917). Selanjutnya Takashi dan Rawlins (1933) berhasil mempelajari sturktur TMV mnggunakan mikroskop elektron. Sedangkan RNA yang merupakan bahan genetik virus TMV pertama kali berhasil dilihat oleh Giever dan Schramm (1956).

Adalah Wendell M. Stanley (1956) orang yang mula-mula berhasil mencairkan virus, lalu mengembalikannya ke bentuk partikel (dikristalkan kembali). Virus ternyata hanya memperlihatkan sifat-sifat hidup bila berada di dalam sel organisme atau sel induk semangnya, baik induk semangnya berupa bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan maupun hewan, karena virus di dalam media sel organisme baru mampu melakukan aktivitas metabolisme. Di luar sel, virus tidak hidup, tetapi berupa benda mati. Virus yang bersifat hidup berbentuk kristal, berarti infektif. Sedangkan virus cair bersifat mati dan tidak dapat tumbuh, berarti non infektif. Kondisi ini terus menerus bersifat reversible hingga virus itu sendiri benar-benar mati (putus rantai DNA ataupun RNA yang dimilikinya). Konon salah satu di antaranya vitamin C dapat memutus rantai DNA dan RNA dari virus influenza, sehingga penderita flu seringkali dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C.

Sebagai makhluk yang berupa sel, virus tidaklah sempurna, karena tidak memiliki inti sel dan organel-organel lainnya. DNA atau RNA yang dimilikinya melingkar-lingkar begitu saja bagai benang kusut di bagian kepalanya, tanpa sitoplasma (lihat gambar). Inilah alat perkembangbiakan virus, yakni dengan cara mereplikasi DNA atau RNA yang dimilikinya dengan bantuan DNA atau RNA sel induk semangnya.

Jika bakteri berukuran sekitar 1-3 µ (1 µ = 10-6 m atau 10-3 mm), maka virus berukuran sekitar 20-350 nm (1 nm = 10-9 m atau 10-6 mm), sehingga virus mampu melakukan penetrasi terhadap sel bakteri dan tidak sebaliknya. Hingga kini virus juga baru dapat dilihat dengan menggunakan alat bantu berupa mikroskop elektron. Karena bersifat hidup jika berada dalam sel hidup dan bersifat mati jika menempel pada benda mati, maka menurut Dr. Fraenkel – Conrat, virus adalah “ambang batas kehidupan”.

2. Klasifikasi Virus
Sebenarnya belum ada klasifikasi virus yang telah mantap, seperti pada organisme lain. Pengklasifikasian virus selama ini masih bersifat “arbritraris”, karena pakar yang satu berbeda mengklasifikasikannya dengan pakar yang lain. Perbedaan pendapat ini masih sulit untuk disatukan. Setidaknya dua macam klasifikasi virus di bawah ini untuk dipelajari :
1. Klasifikasi berdasarkan tipe asam nukleatnya :
a) Ribovira (virus yang hanya mengandung RNA) :
- yang mengandung RNA rantai ganda (double stranded DNA) : Reo virus, virus tumor dan virus penyebab padi kerdil.
- yang mengandung RNA rantai tunggal (single stranded DNA) : virus influenza, virus tanaman tembakau (TMV), virus polio, bacteriophage MS-2 dan virus human immuno defivciency (HIV).

b) Deoxyribovira (virus yang hanya mengandung DNA) :
- yang mengandung DNA rantai ganda : virus cacar (pox virus), herpes virus , adeno virus, polyoma virus, virus SV-40 (T2, T4 dan T6), coliphage T3 dan T7 dan coliphage lambda.
- Yang mengandung DNA rantai tunggal : bateriophage O x 174 dan M-13.

2. Klasifikasi berdasarkan inang yang diserangnya (Holmes, 1948) :
a) Bacteriophage : virus penginfeksi dan penghancur bakteri (hanya mengandung DNA sebagai materi genetik).
b) Cyanophage : virus penyerang alga hijau-biru; hanya mengandung DNA. Pertama kali diungkapkan oleh Shafferman dan Morris (1963)
c) Mycophage : virus penyerang jamur (mengandung RNA rantai ganda). Pertama kali diungkapkan oleh Sinden (1957).
d) Virus tumbuhan : menyerang tumbuhan berbunga (misal : TMV)
e) Virus hewan : menyerang manusia dan hewan (misal : virus polio, virus rabies, virus cacar / pox virus, herpes virus dan sebagainya).

Tidak seperti bakteri (terutama E. coli) yang sering digunakan dalam rekayasa genetika; kecuali hanya untuk vaksin, hingga kini virus belum diketahui lagi kegunaannya dalam bidang pertanian.

2. Bakteri
Bakteri termasuk di dalam kingdom (dunia / kerajaan) Monera. Adapun Monera bersel satu dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1) Punya lapisan lendir di permukaan dinding sel, fungsinya untuk melekat. Jika produksi lendir banyak dapat memadat, menebal, membentuk kapsul, fungsinya untuk melindungi diri dalam lingkungan yang tidak menguntungkan.
2) Punya dinding sel.
3) Punya membran plasma di bawah dinding sel, bersifat selektif permeable.
4) Sitoplasma antara lain terdiri atas : lipid, ion anorganik dan kromatofora (pigmen warna).
5) Prokariot (tak punya membran inti sel), namun ada bagian yang mirip nukleus yang mengental di tengah sitoplasma yakni kromosom yang berupa 1 molekul DNA, shingga disebut nukleoid.
6) Punya ribosom, terdiri atas protein dan RNA.
7) Ada yang :
a. Punya flagel : aktif bergerak (meluncur)
b. Tidak punya flagel : pasif (ikut aliran air)
c. Punya fili-fili :
- fili-fili pendek : jumlah banyak, berfungsi untuk melekat
- fili-fili panjang : jumlah sedikit, untuk konjugasi (transfer DNA antar dua anggota monera dengan jalan membentuk jembatan transfer).
8. Bereproduksi dengan cara :
a. Pembelahan binair
b. Membentuk tunas
c. Fragmentasi (pematahan sel).
Kingdom Monera dibagi atas dua divisio, yakni :
1. Divisio Schyzophyta (Schyzophyceae) yang berarti tumbuhan belah (berkembangbiak dengan cara
membelah diri), yakni bakteri.

2. Divisio Cyanophyta (Cyanophyceae) yakni alga hijau-biru atau sekarang sering disebut dengan bakteri
hijau-biru, karena tubunya mengandung cyanid (sianida) penyebab warna biru, di samping juga
mengandung klorofil. Alga ini dimasukkan dalam satu kingdom dengan bakteri dan tidak di bawah
kingdom Protista, karena lebih mirip dengan bakteri daripada alga lainnya.

Saat ini mulai ada wacana baru, yakni yang termasuk bakteri (Scyzophyta atau Schyzomycophyta atau Schyzomycophyceae) dibedakan atas dua divisio sebagai berikut :


a. Divisio Archaebacteria
1) Bakteri methanogen; anaerob dan heterotrof, penghasil gas metan (CH4), hidup di lumpur, rawa, tubuh manusia dan hewan, serta saluran pencernaan ruminansia, misal:
- Lachnospira multiparus (pemecah pectin)
- Succinomonas amylolitica (pemecah amilum)
- Ruminococcus albus (pemecah selulosa).

2) Bakteri halofil ekstrim  aerob dan heterotrof atau ada pula yang fotosintetik (fotoautotrof), serta hidup di air berkadar garam tinggi atau pada makanan bergaram.

3) Bakteri termoasidofil  hidup di lingkungan panas (60 - 80OC) dan asam (pH 2 – 4), misal : Sulfolobus di sumber air panas dan kawah gunung berapi di dasar lautan.
b. Divisio Eubacteria
Divisio Eubacteria dibagi menjadi banyak kelompok, yakni berdasarkan atas :
1. Cara metabolisme unsur makanan :
a. Autotrof
- Fotoautotrof , misal : cyanobacteria (dahulu disebut alga hijau-biru atau cyanophyta)
- Chemoautotrof
b. Heterotrof
2. Kemampuan menghasilkan endospora
3. kemampuan bertahan dalam kondisi ada atau tidaknya oksigen
a. Obligat aerob
b. Obligat anaerob
c. Fakultatif anaerob

4. Motilitas
a. Punya flagella (bulu cambuk) : bergerak aktif
b. Tidak punya flagella : pasif
c. Berflagela di dalam sel

5. Bentuknya
a. Bacillus
b. Coccus
c. Spirillum
Berbeda dengan Archaebacteria, Divisio Eubacteria umumnya telah terklasifikasi dengan baik, seperti sebagai berikut :
1. Klas Eubacteriaceae








2. Klas Cyanobacteriaceae
Cyanobacteriaceae (dahulu cyanophyceae atau cyanophyta) tubuhnya mengandung zat warna fikosianin (biru) dan fikoeritrin (merah) dengan perbandingan kadar yang berbeda-beda. Cyanobacteriaceae diklasifikasikan sebagai berikut :


Peranan Bakteri dalam Bidang Pertanian
Seperti kita ketahui bahwa bakteri, terutama bakteri tanah beperan penting dalam bidang pertanian yakni sebagai dekomposer bahan organik. Jalur dekomposisi bahan organik secara singkat digambarkan sebagai berikut :


atau dapat pula digambarkan sebagai berikut :


Berdasarkan proses yang digambarkan di atas, maka dari peran bakteri terhadap bahan organik dihasilkan unsur hara siap pakai yang dapat diserap oleh tanaman.

2 komentar:

Terima kasih atas minat anda untuk membaca posting saya, silahkan beri komentar pada posting ini.